SAG: Tak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Aceh

Data Covid-19 Aceh hingga Rabu, 8 April 2020. [Sumber: Dinkes Aceh]

BANDA ACEH – Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani atau SAG mengatakan jumlah pasien yang dikonfirmasi positif Covid-19 di Aceh hingga hari ini, Rabu (8/4/2020) pukul 15.00 WIB, tidak terdapat penambahan.

“Untuk saat ini, jumlah kasus positif Covid-19 di Aceh masih tetap lima kasus, bukan enam kasus,” kata SAG dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co, Rabu malam, mengoreksi data Gugus Tugas Covid-19 Nasional, yang sempat menampilkan data penambahan sati pasein positif sehingga menjadi enam orang di Aceh.

SAG mengatakan, pihaknya telah meminta data yang sempat dipublikasikan secara nasional itu yang akhirnya dikoreksi.

“Hasil pemeriksaan swab dan hasilnya positif yang baru diterima Gugus Tugas Covid-19 Aceh itu bukan swab pasien baru, melainkan swab pasien lama yang diperiksa ketiga kalinya, yakni pasien positif Covid-19 yang berinisial AJ yang sudah lama di rawat di RSUDZA Banda Aceh,” jelasnya.

SAG menambahkan, dari lima kasus positif Covid-Aceh, tiga orang sudah dinyatakan sehat dan dipulangkan untuk beristirahan di rumah. Selain itu, kata dia, satu orang saat ini masih dalam perawatan RSUDZA Banda Aceh dan satu kasus lainnya meninggal dunia.

“Kasus meninggal dua orang, tapi yang positif Covid-19 satu orang di Aceh,” tegas SAG.

Selain itu, SAG juga merilis informasi harian terkait Covid-19 di Aceh, yang merupakan akumulasi kasus yang dicatat dan dilaporkan Gugus Tugas Covid-19 dari 23 kabupaten/kota se-Aceh.

“Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Aceh per hari ini jumlahnya 1.304 orang (kasus). Ada penambahan sebanyak 22 kasus dibandingkan kemarin, yaitu 1.282 kasus. Jumlah ODP yang telah selesai proses pemantauannya sebanyak 638 kasus, sedangkan masih dalam proses pemantauan sebanyak 666 kasus,” jelas SAG.

Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani. [Foto: Istimewa]
Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata SAG, per hari ini sebanyak 58 kasus, bertambah satu kasus dibandingkan kemarin 57 kasus.

“Dari jumlah itu, 50 orang sudah sehat dan pulang. Enam pasien masih dirawat di rumah sakit rujukan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk satu pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, di RSUDZA Banda Aceh,” jelasnya.

“Pasien yang sudah pulang, baik yang PDP maupun yang positif Covid-19 dan sudah bebas dari virus corona, tetap harus istirahat di rumah hingga sembuh sempurna,” ujar tambah SAG.

Sementarara itu ketika ditanyai acehonline.co, terkait hasil rapid test seorang dokter di RSUD Cut Meutia Aceh Utara yang dinyatakan positif corona, SAG mengatakan hingga kini belum ada laporan terbaru yang diterimanya dari daerah terkait penambahan positif Covid-19 di Aceh.

Anjuran ke masyarakat

Lebih lanjut SAG menyampaikan anjuran kepada masyarakat agar tetap disiplin menjalankan upaya-upaya pencegahan yang telah dihimbau Pemerintah Aceh dan Forkopimda Aceh, seperti menjaga jarak fisik dengan setiap orang (physical distancing), dan tidak berkumpul di tempat-tempat umum (social distancing).

Meski jumlah ODP terus bertambah di Aceh, SAG meminta masyarakatnamun tidak memberikan memberikan stigma (penilaian) buruk kepada mereka. Hal itu karena menurutnya setiap orang berpotensi menjadi ODP dan bahkan PDP.

“Masyarakat wajib mendorong ODP untuk berobat ke Puskesmas terdekat, mendukung isolasi mandiri yang harus dijalankan selama 14 hari, dan tetap menjaga jarak, namun tidak menjauhinya,” kata SAG.

Apabila masyarakat mengucilkan ODP, lanjut SAG, ada kemungkinan mereka menutup diri, bersembunyi di kamar, dan enggan berobat karena malu. Akibatnya, ODP tersebut berpotensi menjadi sumber penularan berantai mulai dari keluarganya, tetangganya, dan masyarakat sekitarnya.

“Jangan kita pandang negatif orang sakit, tapi membantunya berobat dan terus berdoa meminta perlindungan dari Allah SWT,” tutup SAG. []

Komentar

Loading...