Tim Medis dan Tenaga Kesehatan Penanganan Covid di Aceh Diapresiasi, Kasus Positif Bertambah 21 Orang

Petugas medis RSUDZA Banda Aceh yang berada di ruang isolasi Respiratory Intensive Care Unit (RICU) untuk pasien Covid-19 mengenakan pakaian khusus atau alat pelindung diri, Kamis (19/3/2020). [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 Aceh mengapresiasi tim medis dan tenaga kesehatan yang tak kenal libur dan cuti bersama. Mereka melaksanakan tugas di Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah.

"Begitu juga dan tim surveilans terus melakukan kontak tracing di lapangan, sehingga kasus-kasus baru hasil tracing kontak erat dengan penderita Covid-19 terus ditemukan," ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) dalam keterangan tertulisnya, Jumat malam (30/10/2020).

Sektor kesehatan, kata SAG, merupakan bidang pekerjaan yang berdenyut 24 jam. Pelayanan tidak boleh berhenti di pelbagai unit pelayanan.

“Pelayanan rumah sakit, kontak tracing, dan uji laboratorium, tak berhenti sebelum, dan apalagi dalam masa pandemi ini,” ujarnya.

SAG juga menghimbau tenaga kesehatan di bidang promosi kesehatan untuk meningkatkan promosi dan edukasi tempat-tempat wisata, dan memastikan protokol kesehatan dijalankan sebagaimana mestinya.

Menurut SAG, tenaga kesehatan masyarakat merupakan benteng pertahanan pertama agar masyarakat tetap sehat, dan tidak sampai terserang penyakit. Mereka membidangi upaya preventif dan promotif.

“Bila benteng preventif dan promotif kedodoran, dikhawatirkan kasus Covid-19 akan melonjak usai libur dan cuti bersama ini. Akibatnya, rumah sakit maupun tempat isolasi bisa penuh dan pelayananan kesehatan menjadi tidak optimal lagi,” katanya.

Karena itu, lanjut SAG, masa pandemik Covid-19 ini merupakan waktu emas bagi tenaga kesehatan lingkungan maupun tenaga kesehatan masyarakat untuk proaktif dan berkreasi secara optimal sesuai bidang keahliannya, yakni preventif dan promotif.

“Mari semua tenaga kesehatan di segala lini proaktif dan gencar melakukan upaya-upaya preventif dan promotif di tengah-tengah masyarakat,” ajak SAG.

Positif Tambah 21 Orang

Selain itu, SAG mengatakan kasus baru Covid-19 di Aceh bertambah sebanyak 21 orang, sembuh 7 orang, dan 3 orang meninggal dunia.

Selanjutnya,dia melaporkan kasus Covid-19 Aceh secara akumulatif sejak 27 Maret 2020. Jumlah kasus Covid-19 sudah mencapai 7.394 orang. Penderita yang dirawat saat ini 1.601 orang, sembuh 5.522 orang, dan 271 orang meninggal dunia.

SAG merinci kasus konfirmasi sebanyak 21 orang, meliputi warga Bireuen dan Kota Langsa sama-sama 4 orang. Warga Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Banda Aceh, dan Kota Lhokseumawe, masing-masing 2 orang. Selanjutnya, warga Aceh Jaya dan Aceh Timur sama-sama 1 orang. Sisanya, 1 orang dari luar daerah.

Sementara itu, penderita Covid-19 yang dilaporkan sembuh sebanyak 7 orang, masing-masing warga Aceh Tamiang sebanyak 4 orang, Aceh Barat Daya sebanyak 2 orang, dan warga Kota Sabang sebanyak 1 orang.

“Penderita Covid-19 Aceh yang dilaporkan meninggal dunia sebanyak 3 orang, masing-masing 1 orang warga Aceh Singkil, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang,” kata SAG.

Lebih lanjut, SAG melaporkan kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi sebanyak 600 orang. Dari jumlah kasus probable tersebut, 54 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 514 sudah selesai isolasi, dan 32 orang meninggal dunia.

"Sedangkan jumlah kasus suspect di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 3.654 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.423 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 224 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 7 orang isolasi di rumah sakit," tutup SAG. []

Komentar

Loading...