Tolak Pengalihan Anggaran Dayah, Yahdi Hasan: Pemerintah Aceh Bisa Mencari Sumber Alternatif Lain

Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh Yahdi Hasan. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Yahdi Hasan menolak dan mengecam kebijakan Pemerintah Aceh yang mengalihkan anggaran dayah untuk penanganan Covid-19.

“Kami meminta kepada Pemerintah Aceh agar dana pembangunan dayah atau pesantren dan masjid yang dialokasikan pada APBA Tahun Anggaran 2020, jangan dialihkan. Pemerintah Aceh masih bisa mencari sumber dana alternatif yang lain untuk me-refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19,” kata Yahdi Hasan kepada acehonline.co, Sabtu (2/5/2020).

Yahdi Hasan menjelaskan, di Kabupaten Aceh Tenggara dan Gayo Lues terdapat sekitar lebih kurang 20 dayah dan balai pengajian yang sudah dialihkan anggarannya ke Covid-19.

“Hampir semua pembangunan masjid dan meunasah di Aceh akan dipotong anggarannya sebesar 30 persen dari pagu anggaran APBA 2020,” ungkapnya.

“Banyak pimpinan dayah dan pengelola masjid yang melaporkan pengalihan dan pemotongan anggaran tersebut kepada kami,” tambah anggota DPRA asal pemilihan Aceh Tenggaran dan Gayo Lues ini.

Untuk itu, Yahdi Hasan mendesak Pemerintah Aceh agar tidak mengalihkan anggaran, baik memotong maupun mengurangi dana pembangunan Dinul Islam dan sarana ibadah di Aceh.

“Aceh mempunyai kekhususan dan keistimewaan untuk menjalankan syariat Islam. Rakyat Aceh akan marah jika Aceh merupakan daerah syariat Islam, namun Pemerintah Aceh tidak mendukung anggaran untuk hal-hal tersebut, apalagi sampai-sampai melakukan pemotongan dan mengalihkan anggaran dayah dan pembangunan masjid,” ungkap politisi Partai Aceh ini.

Direncanakan, kata Yahdi Hasan, tim Satgas Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRA, Senin, 4 Mei 2020 mendatang, akan menggelar pertemuan dengan Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh.

“Kami akan kembali mempertanyakan ke perihal refocusing anggaran yang dilakukan Pemerintah Aceh, baik sumber anggarannya (sumber program di APBA 2020), maupun ke mana anggaran itu digunakan untuk penanganan Covid-19. Pemerintah Aceh harus melaporkan secara rinci penggunaan anggaran tersebut,” ujar Yahdi Hasan.

“Kami juga akan memanggil dinas-dinas terkait yang menggunakan Dana Tidak Terduga (DTT) sebesar Rp118 miliar di APBA 2020, agar memberikan penjelasan penggunaan anggarannya yang digunakan untuk penanganan Covid-19,” tutup Yahdi Hasan. []

Komentar

Loading...