TUCC Terima Pengaduan Tenaga Kerja Yayasan Pendidikan Tinggi di Aceh yang Di-PHK akibat Covid -19

Ilustrasi PHK. [Desain AcehOnline]

BANDA ACEH - TUCC (Trade Union Care Center) menerima laporan pengaduan tenaga kerja di Aceh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di salah satu yayasan bidang pendidikan sekolah tinggi, Kamis (16/4/2020).

Direktur eksekutif TUCC (Trade Union Care Cente ), Habibi Inseun, kepada acehonline.co, Jumat (17/4/2020), mengatakan jumlah tenaga kerja dampak Covid-19 tersebut sebanyak empat orang, mereka di PHK secara lisan alias tanpa surat apapun.

Berdasarkan keterangan perwakilan tenaga kerja tersebut kepada pihak Posko Pengaduan Tenaga Kerja Dampak Covid - 19 yang identitasnya enggan disebutkan, Habibi menjelaskan, mereka di-PHK dengan lisan tanpa surat PHK. Pekerja tersebut di PHK karena meminta agar di kantor tempat mereka bekerja disediakan hand sanitizer pada akhir maret lalu, namun diabaikan oleh pimpinan bahkan disentil dengan bahasa "tidak perlu takut corona".

Kemudian, tambah Habibi, mereka mengambil sikap untuk tidak masuk dahulu hingga tiga hari dengan harapan nantinya dapat disediakan. Sayangnya, pihak manajemen justru menyatakan PHK dan telah buka lowongan bagi pekerja baru, hingga akhirnya mereka melaporkan dan menceritakan kronologi pemecatan tersebut.

Direktur TUCC menerima laporan dan menyayangkan sikap pihak pemberi kerja yang semena-mena.

"Apalagi dalam kondisi saat ini, lagi pula yang diminta pekerja sangat masuk akal demi kesehatan bersama, dan seharusnya mereka bisa terapkan WFH (work from home)," ujar Habibi.

Menanggapi hal itu, kata dia, TUCC memberikan arahan agar dilakukan musyawarah Bipartite dengan pihak manajemen dan minta kepastian terhadap keputusan tersebut, karena dalam laporannya pekerja masih terima upah jauh dari UMP (tidak sesuai).

"Maka hal ini juga dipertanyakan jika tidak ada solusi dan itikad baik, pihaknya siap mendampingi pekerja ke ranah penyelesaian di tingkat tripartite juga ke pengadilan supaya tidak ada oknum pengusaha yang semena-mena," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi TUCC, M Arnif menyebutkan para pekerja dapat mengajukan laporan ke pihaknya jika ada permasalahan jika tidak dapat diselesaikan antara dua belah pihak, untuk kasus ini menambah data baru pekerja di PHK dalam catatan TUCC.

"Hingga hari ini 39 orang diPHK di Aceh dengan angka pekerja dirumahkan lebih 800 pekerja. Jika ini terus bertambah berarti ada mekanisme salah dalam penanganan masalah pekerja sebagai upaya preventif dari pemerintah, seharusnya pengusaha dan pemerintah sedapat mungkin menghindari terjadinya PHK," tandasnya. []

Komentar

Loading...