Update Covid-19 Aceh: Dua Pasien Sembuh, Satu Positif OTG Bertambah dari Bener Meriah

Petugas RSUDZA Banda Aceh saat membawa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang dirujuk dari daerah ke ruang isolasi RICU untuk dilakukan pemeriksaan secara khusus oleh tim medis. Foto direkam pada Kamis (19/3/2020), saat sidak anggota DPRA ke RS Zainoel Abidin. [Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Dua penderita Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dinyatakan sembuh, yakni inisial SB (42) dari Simeulue dan SK (18) dari Gayo Lues. Sementara satu kasus terbaru positif Covid-19 Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah dari Benar Meriah.

“Pembahan positif ini berasal dari klaster Temboro, Jawa Timur,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media di Banda Aceh, Jumat (15/05/2020).

Pria yang akrab disapa SAG itu menjelaskan, SB dan SK, keduanya laki-laki, memiliki riwayat berada di daerah penularan virus corona di Pulau Jawa.

SB pulang ke Simeulue 17 April 2020 dan langsung menjalani isolasi mandiri. Pada 30 April 2020, dia melakukan pemeriksaan dengan rapid test di RSU Simeulue dan hasilnya reaktif. Istri dan empat anaknya juga di-rapid test, namun hasilnya nonreaktif.

Selanjutnya, pada 3 Mei 2020 Tim Medis RSU Simeulue mengambil swab cairan tenggorokan dan cairan hidung SB dan dikirim ke Balai Litbangkes Aceh di Lambaro, Aceh Besar. Sementara menunggu analisa swab-nya dengan sistem Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) itu, dia dirawat di RSU Simeulue. Pada 5 Mei 2020, hasil analisa RT-PCR-nya ke luar, dan SB terkonfirmasi positif Covid-19.

Selanjutnya, SAG menambahkan, pada 13 Mei 2020, SB dirujuk ke RSUZA Banda Aceh dan dirawat di Ruang Isolasi Pinere. Tim Medis Covid-19 RSUZA menangani SB secara intensif termasuk pengambilan swab secara berulang sesuai prosedur penanganan medis penderita Covid-19 di Indonesia. Hasilnya, SB dinyatakan sembuh berdasarkan analisa RT PCR terakhir, 15 Mei 2020.

Sementara itu, kta SAG< pasien Covid-19 lainnya yakni SK (18) merupakan santriwan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah, Magetan, Jatim, yang pulang kampung ke Galus. Ia tiba di Balai Latihan Kerja (BLK), Blangkejeren, Galus, pada 18 April 2020. Usai diobservasi oleh tim medis ia pulang ke rumahnya karena tidak menunjukkan gejala demam.

Kemudian, SK diperiksa dengan rapit test, dan reaktif. Kemudian di-swab cairan kerongkongan dan cairan hidungnya di RSU Pemkab Galus dan dikirim ke Balai Litbangkes Aceh, di Lambaro, Aceh Besar pada30 April 2020. Hasil analisa RT-PCR, SR konfirmasi positif Covid-19, ia langsung dirawat di RSU Galus.

“Alhamdulillah, hasil uji swab terakhir dengan RT-PCR oleh Balai Litbangkes Aceh yang kami terimna hasi ini, SK sudah negatif virus corona,” ujar SAG.

Satu Kasus baru

Selanjutnya SAG mengatakan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Aceh, Bidang Penanganan Kesehatan, mendapatkan satu kasus baru Covid-19, berdasarkan laporan Kepala Balai Litbangkes Aceh, Dr Fahmi Ichwansyah, atas hasil pemeriksaan sampel swab Nomor C.140293 dari RSUD Mayang Kute, Kabupaten Benar Meriah.

SAG menjelaskan, menurut informasi Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Benar Meriah, sampel nomor C140293 merupakan swab cairan tenggorokan dan cairan hidung OTG atas nama inisial AR (13). Remaja ini merupakan santriwan Ponpes Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, dan pulang ke Kabupaten Bener Meriah pada 16 April 2020.

Data Covid-19 Aceh hingga Jumat, 15 Mei 2020. [Sumber: Dinkes Aceh]
Meski AR tidak menunjukkan gejala dan hasil rapid test sebanyak dua kali juga non reaktif, tetap diambil cairan tenggorokan dan cairan hidungnya untuk diperiksa dengan RT-PCR. Kebijakan pengambilan swab OTG itu karena dia dari klaster Temboro dan memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19 positif lainnya.

“Ternyata, swab yang diambil Selasa (12/05/2020) terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini. Kasus positif Covid-19 tersebut membuktikan OTG di sekitar kita merupakan pembawa virus dan aktif menularkan. Karena itu selalu pakai masker dan selalu menjaga jarak antar sesama,” tambah SAG.

Jumlah Kasus

Selanjutnya SAG menegaskan, kasus baru Covid-19 berinisial AR tersebut menambah jumlah kumulatif kasus Covid-19 Aceh menjadi sebanyak 18 orang, per tanggal 15 Mei 2020, pukul 17.00 WIB. Rinciannya, sebanyak dua orang dalam perawatan, 15 orang sudah sembuh, dan satu orang meninggal dunia.

“Kasus meninggal ini terjadi pada Maret 2020. Kasus lama,” jelas SAG.

Sementara itu, jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) di Aceh sebanyak 1.975 orang. Ada penambahan sebanyak Sembilan orang dibandingkan sehari sebelumnya. Yang sedang dalam pemantauan sebanyak 72 orang dan yang sudah selesai pemantauan sebanyak 1.903 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah sebanyak satu kasus menjadi 99 orang.

“Rinciannya, dalam perawatan rumah sakit sebanyak 1 orang, yang sembuh 97 orang dan meninggal 1 orang,” tutup SAG. []

Komentar

Loading...