Wanita Diduga Terinfeksi Covid-19 yang Diamankan di Aceh Besar Dikabarkan Kabur dari RSUDZA

Wanita yang diduga terinfeksi Covid-19 direkam oleh warga diduga setelah kabur dari RSUDZA Banda Aceh. [Foto: Rekaman Video Netizan]

BANDA ACEH - Seorang wanita yang belum diketahui identitasnya yang sebelumnya diamankan di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (2/4/2020) siang, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Namun, menderas kabar, malam harinya wanita tersebut telah melarikan diri dari rumah sakit.

Informasi itu diketahu acehonline.co, Kamis malam, dari rekaman video yang berdedar. Pada video berdurasi lima detik itu, wanita tersebut berjalan di pinggir jembatan. Tidak diketahui pasti kapan video itu direkam dan di mana pastinya lokasi wanita itu. Hanya saja, terlihat suasana di video itu pada malam hari.

Dalam video itu, wanita tersebut mengenakan baju yang sama saat dia diamankan aparat keamanan bersama tim medis di Lambaro. Terlihat wanita itu seperti sedang menelepon seseorang.

Direktur RSUDZA Banda Aceh, Azharuddin, ketika dikonfirmasi acehonline.co mengatakan dirinya belum mengetahui informasi kaburnya pasien yang diamankan di Lambaro itu dari rumah sakit.

“Saya belum tahu,” kata Azharuddin singkat membalas pesan yang dilayangkan acehonline.co, kamis malam.

Senada dikatakan Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh. Saifullah Abdulgani pun mengaku belum mengetahui informasi tersebut. “Sudah saya kontak (telpon) ke ZA tapi belum terangkat,” ujar pria yang akrab disapa SAG itu.

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita yang belum diketahui identitasnya diamankan di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Wanita itu diamankan karena memiliki gejala atau diduga terinfeksi virus Corona (Covid-19) dan mengaku baru pulang dari Malaysia.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Ingin Jaya Iptu Tri Andi Dharma ketika dihubungi acehonline.co, Kamis Malam (2/4/2020), mengatakan wanita tersebut sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk penanganan lebih lanjut. []

Komentar

Loading...