455 Massa Aksi 1812 Ditangkap Polisi, Ini Reaksi FPI

Polisi membubarkan aksi unjukrasa 1812 di Jakarta

JAKARTA - Sejumlah massa yang mengikuti aksi 1812 ditangkapi oleh pihak Polisi usai mencoba bertahan. Mereka diangkut lantaran mencoba bertahan menjalankan aksi dan kemudian Polisi membubarkan paksa aksi tersebut dengan alasan pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Sekertaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan terkait berapa jumlah massa yang dibawa.

“Iya, ini kita lagi data yang dibawa oleh kepolisian,” kata Aziz saat dikonfirmasi, Sabtu (19/12/2020).

Sebelumnya diwartakan, Mabes Polri menyatakan sebanyak 455 orang diduga peserta aksi 1812 bela Habib Rizieq diamankan aparat gabungan Polri/TNI. Sebanyak 22 orang diantaranya dilokalisir ke Batalyon Infanteri Jaya Yudha 201, Jakarta Timur.

“Iya, ini kita lagi data yang dibawa oleh kepolisian,” kata Aziz saat dikonfirmasi, Sabtu (19/12/2020).

Sebelumnya diwartakan, Mabes Polri menyatakan sebanyak 455 orang diduga peserta aksi 1812 bela Habib Rizieq diamankan aparat gabungan Polri/TNI. Sebanyak 22 orang diantaranya dilokalisir ke Batalyon Infanteri Jaya Yudha 201, Jakarta Timur.

"Ada lima orang yang diduga peserta aksi 1812 ditangkap karena membawa senjata tajam dan narkotika. Lima tersangka membawa sajam di antaranya di Polres Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Tangerang Kota dan 2 tersangka membawa narkotika jenis ganja di Polres Depok," ungkap Argo dalam keterangannya pada Jumat (18/12/2020).

Argo melanjutkan, ada 26 peserta aksi 1812 yang dinyatakan reaktif Covid-19 saat dilakukan rapid test. "Sampai dengan saat ini pukul16.00 WIB total pengunjuk rasa yang reaktif Covid-19 sejumlah 26 orang. Mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat," ucapnya. []

Komentar

Loading...