Komnas HAM Masih Telisik Soal Luka Lebam di Jenazah Enam Laksar FPI

Bareskrim Polri menggelar rekonstruksi penembakan 6 anggota laskar FPI oleh anggota Polda Metro Jaya pada Senin dinihari, 14 Desember 2020. [Foto: Tempo.co]

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM belum memiliki kesimpulan soal ada tidaknya luka lebam di enam jenazah anggota Laskar FPI yang tewas ditembak polisi. Komnas HAM baru mendapatkan keterangan dari satu sisi, yaitu dari polisi.

“Seluruh keterangan mengenai luka tembak atau pukul datang dari kepolisian, kami juga sempat tanya soal lebam mayat itu,” kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, Sabtu (19/12/2020).

Komnas telah memeriksa dokter forensik yang mengotopsi enam jenazah anggota FPI pada Kamis, 17 Desember 2020. Menurut Beka, pihak dokter forensik mengatakan tidak ada luka lebam.

Meski begitu, Beka mengatakan Komnas HAM akan mengkonfirmasi keterangan itu kepada ahli. Ahli dapat berasal dari perguruan tinggi atau perkumpulan profesi. Komnas akan meminta pendapat mereka mengenai keterangan kepolisian. Beka bilang tak menutup kemungkinan untuk meminta keterangan dari pihak keluarga.

“Kami belum sampai menyimpulkan,” kata dia.

Konfirmasi ke Ahli dan Keluarga

Komnas HAM menyatakan masih akan menelisik lebih jauh mengenai jumlah tembakan yang ada di jenazah enam laskar FPI atau Front Pembela Islam dalam insiden baku tembak dengan polisi. Komnas HAM menyatakan telah melakukan pemeriksaan kepada dokter forensik yang mengotopsi korban dan mendapatkan keterangan serupa seperti kepolisian.

“Kami sudah meminta keterangan dari dokter forensik. Keterangan yang dari dokter sama seperti yang diterangkan Bareskrim,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, Sabtu (19/12).

Beka mengatakan Komnas HAM masih akan mengkonfirmasi keterangan mengenai jumlah luka tembak itu kepada ahli. Ahli yang dimaksud bisa dari perguruan tinggi atau ikatan profesi kedokteran. Selain itu, kata Beka, Komnas HAM akan mengkonfirmasi soal jumlah luka tembak itu kepada keluarga korban.

“Kalau diperlukan dengan keluarga korban,” kata dia.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengatakan telah mendapat laporan otopsi dari enam jenazah pengawal Rizieq Shihab yang tewas dalam bentrok dengan polisi di Tol Cikampek KM 50. Dari laporan forensik tersebut, Bareskrim menemukan ada 18 lubang peluru dari tubuh enam jenazah.

"Secara umum ada delapan belas luka tembak, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh seluruh jenazah," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian S Djajadi, Jumat (18/12/2020).

Andi masih enggan mengungkap lebih detail terkait hal itu. Ia hanya menyebut temuan itu berdasarkan laporan dari temuan ahli forensik mayat yang ditugaskan.

Keenam jenazah itu diketahui diotopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Selain itu, Andi juga masih enggan mengambil kesimpulan dari temuan tersebut.

"Penyidik belum menyimpulkan terkait penanganan kasus secara utuh," kata Andi. []

Komentar

Loading...