Pemerintah Tanggung Vaksin Covid-19 bagi 86 Juta Peserta Subsidi BPJS Kesehatan

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Foto: Shutterstock]

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sebanyak 86 juta penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan akan menerima vaksin Covid-19 dari pemerintah.

“Pemerintah sudah membuat kerja sama dalam bentuk MoU (memorandum of understanding) dengan beberapa negara,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Gedung BNBP, Jakarta, Senin (12/10/2020).

Pemerintah menjalin kerja sama vaksin dengan Cina serta Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengembangkan vaksin Sinovac, Cansino, dan G-42. Vaksin akan mulai masuk ke Indonesia pada awal November mendatang dan pengadaannya dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan serta PT Bio Farma (Persero) sebagai BUMN yang diberikan penugasan.

Hingga akhir 2021, Airlangga mengatakan ada sekitar 160 juta penduduk yang akan menerima vaksin dari pemerintah. Penerima vaksin akan diprioritaskan kepada tenaga medis dan paramedis, pelayan kesehatan, pelayan hukum, serta TNI dan Polri berjumlah 3,5 juta orang.

Selanjutnya, secara bertahap, vaksin diberikan kepada tokoh masyarakat, pemuka agama, dan perangkat pemerintahan berjumlah 5 juta orang. Vaksin prioritas juga akan disuntikkan kepada tenaga pendidikan baik guru di semua tingkat maupun dosen universitas swasta dan negeri berjumlah 4,3 juta orang; serta masyarakat berusia 19-59 tahun.

Dari total 160 juta penduduk, pemerintah membutuhkan 320 juta dosis vaksin. Musababnya, vaksin akan disuntikkan sebanyak dua kali untuk tiap-tiap orang.

Airlangga mengatakan imunisasi setidaknya membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Bisa dibayangkan, kalau imunisasi 1 juta per hari, 1 tahun 260 juta. Kami menyiapkan 11 ribu puskesmas, 1 puskesmas 100 suntikan per hari,” tuturnya.

Di samping vaksin yang ditanggung pemerintah, sejumlah perusahaan farmasi akan menyiapkan kerja sama untuk imunisasi secara mandiri. Meski demikian, pengadaan vaksin mandiri tetap dikontrol oleh Kementerian Kesehatan dan Bio Farma.

Produsen vaksin Cansino, Cansino Biologics, akan menyediakan 100 ribu dosis vaksin (single dose) untuk Indonesia yang rencananya mulai masuk ke Tanah Air pada awal November. Jumlah tersebut rencananya akan bertambah sekitar 15 hingga 20 juta sampai 2021.

Pemerintah baru saja menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Cina serta jajarannya terkait kerja sama vaksi. Pertemuan diadakan pada akhir pekan lalu di Yunan, yang juga dihadiri pimpinan perusahaan produsen vaksin Covid-19, yakni Cansino, Sinovac, dan G42-Sinopharm.

Berdasarkan persamuhan itu, perusahaan Sinovac Biotech Ltd yang memproduksi vaksin Sinovac bakal memasok 3 juta dosis vaksin untuk Indonesia hingga akhir Desember 2020 dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada pekan pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada pekan pertama Desember 2020. Sinovac pun berkomitmen menyediakan 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Sedangkan produsen vaksin Cansino, Cansino Biologics, akan menyediakan 100 ribu dosis vaksin (single dose) untuk Indonesia yang rencananya mulai masuk ke Tanah Air pada awal November. Jumlah tersebut rencananya akan bertambah sekitar 15 hingga 20 juta sampai 2021.

Adapun G42-Sinopharm bakal menyediakan vaksin sebanyak 15 juta dosis vaksin (dual dose). Sekitar 5 juta dosis akan mulai datang pada November 2020 dan sisanya masuk secara bertahap hingga akhir 2020. Sedangkan untuk 2021, produsen vaksin Sinopharm mengusahakan penyediaan 50 juta dosis. []

Komentar

Loading...