Presiden Jokowi: Dua Pasien Corona Meninggal Dunia

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. [Foto: Antara]

TANGGERANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terdapat dua pasien positif virus corona (Covid-19) meninggal dunia dari total 34 orang yang dinyatakan positif sampai kemarin, Kamis (12/3/2020).

"Per tanggal 12 Maret, di Indonesia 34 kasus telah terkonfirmasi. Dan dua pasien meninggal dunia," kata Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3/2020).

Jokowi menyatakan pemerintah terus meningkatkan kesiapan dan ketangguhan dalam menghadapi penyebaran virus yang sudah masuk dalam status pandemi ini.

"Langkah-langkah serius telah kita ambil, di saat yg bersamaan kita tidak ingin menciptakan rasa panik, tidak ingin menciptakan keresahan di tengah masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya pasien bernomor 25 yang dirawat di RS Sanglah, Bali meninggal. Perempuan warga negara asing itu diketahui punya penyakit bawaan yang semakin diperparah oleh corona.

Sementara kemarin seorang pasien di RS Moewardi, Solo, Jawa Tengah meninggal. Pasien ini awalnya tidak terdeteksi corona namun setelah hasil laboratorium keluar diketahui pasien ini positif corona.

Satu Pasien Meninggal di RS Moewardi Solo Positif Corona

Seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) Dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah, yang meninggal dunia, pada Rabu (11/3), positif Virus Corona.

"Positif (Covid-19)," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, seperti dilansir detik.com, Jumat (13/3/2020).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyatakan seorang pasien dalam pengawasan (PDP) masuk ke ruang isolasi di RSUD dr. Moewardi, Solo, pada Minggu (8/3). Pasien itu menunjukkan gejala awal Covid-19. Dia kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (11/3).

"Kemarin ada pasien dengan pengawasan yang meninggal dunia, dan sempat dirawat di RSUD dr. Moewardi Surakarta, namun sampai sejauh ini, penyebab kematiannya adalah disebabkan karena gagal nafas karena pneumonia," kata Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo, di Semarang, Kamis (12/3) malam, dikutip dari Antara.

Dengan kematian tersebut, total ada dua pasien meninggal di Jateng. Pertama, di RSUP dr. Kariadi Semarang, dan sekarang di RSUD dr. Moewardi Solo," imbuhnya.

Meski begitu, Yulianti belum bisa memastikan status Virus Corona pada pasien itu. Ia mengaku masih menunggu hasil uji laboratorium dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

"Kami menunggu hasil lab dari Litbangkes Kemenkes yang sudah dikirim Selasa (10/3). Apabila positif (Covid-19) akan dilakukan 'tracking' tentang riwayat kontak dari pasien itu," katanya.

Dokter Spesialis Paru RSUD dr. Moewardi, Harsini, menambahkan bahwa kondisi pasien tersebut sudah cukup akut ketika masuk ke rumah sakit. Sebab, pasien itu memiliki penyakit yang menyertai, yaitu diabetes yang tidak terkontrol.

Kondisi terakhir pasien, katanya, adalah pneumonia berat berupa gagal nafas yang menyebabkan kedua paru-paru pasien tidak bisa berfungsi dengan baik.

"Jadi, kalau untuk dua pasien dalam pengawasan kami itu, tidak ada riwayat ke luar negerinya. Hanya dia habis pulang dari sebuah acara seminar di Bogor pada 25-28 Februari 2020 dan 29 Februari 2020 mulai mengalami gejala pilek dan batuk," jelas dia.

Menurut dia, perlu dilakukan pelacakan kontak pasien. Jika diketahui, hal itu akan membuka jalan bagi penyelidikan epidemiologi selanjutnya.

Terkait dengan hal itu, pihaknya juga sudah meminta jajaran Dinas Kesehatan tingkat kabupaten/kota dan seluruh fasilitas kesehatan untuk bisa melakukan penyelidikan. []

Komentar

Loading...