Update Corona di Indonesia: 328.952 Positif, 11.765 Meninggal Dunia

Ilustrasi penanganan medis pasien Corona. [Foto: Shutterstock]

JAKARTA - Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia per Sabtu (10/10/2020) mencapai 328.952 kasus. Dari jumlah tersebut 251.481 orang sembuh, dan 11.765 meninggal dunia.

Itu, artinya terdapat kasus positif harian bertambah 4.294, 3.814 sembuh, dan 87 meninggal dari hari sebelumnya. Tambahan kasus positif hari ini pengujian terhadap 42.668 spesimen.

Sehari sebelumnya, Jumat (9/10), akumulasi positif Covid-19 adalah 3324.658 kasus. Dari jumlah tersebut terdapat 247.667 orang sembuh (76,3 persen), dan 11.677 meninggal (3,6 persen).

Presiden Jokowi dalam sejumlah kesempatan menyatakan bahwa pemerintah memprioritaskan kesehatan masyarakat di masa pandemi, sambil berusaha mendorong pemulihan ekonomi nasional.

"Jika kita mengorbankan ekonomi, itu sama saja dengan mengorbankan kehidupan puluhan juta orang. Ini bukan opsi yang bisa kita ambil. Sekali lagi, kita harus mencari keseimbangan yang pas," kata Jokowi dalam video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/10/2020).

Jokowi juga menegaskan bahwa upaya melawan pandemi dilakukan dengan menempuh kebijakan pembatasan berskala mikro, bukan lockdown atau karantina wilayah berskala besar.

Selain itu, pemerintah terus berupaya mempercepat penyediaan vaksin virus corona untuk masyarakat. Targetnya, vaksin bisa tersedia pada akhir tahun atau awal tahun depan. Dia menargetkan 170 hingga 180 juta orang bisa disuntik vaksin Covid-19.

"Insya Allah akhir tahun atau awal tahun depan vaksinnya sudah bisa disuntikkan, artinya situasi sudah bisa normal kembali, tapi yang disuntik kurang lebih 170 - 180 juta, butuh berapa bulan juga ini memerlukan kerja keras kita semua," kata Jokowi dikutip dari YoTtube Sekretariat Presiden, Rabu (30/9).

Pemerintah bahkan sudah menyusun road map pelaksanaan vaksinasi corona. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan vaksinasi akan dibagi menjadi lima tahapan.

Tahapan pertama akan dimulai kuartal keempat tahun ini dengan ketersediaan 36 juta vaksin. Kemudian, di kuartal pertama 2021 ada 75 juta.

"Kuartal kedua, ada 105 juta kuartal ke-3 80 juta dan kuartal keempat 2021 ada 84 juta," ujarnya dalam video conference yang disiarkan melalui akun YouTube Kementerian Perekonomian, Jumat (2/10). []

Komentar

Loading...