Update Kasus Corona Indonesia: 373.109 Positif, 297.509 Sembuh

Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). [Foto: Kompas.com]

JAKARTA - Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 4.267 pada hari ini, Rabu (21/10/2020). Dengan demikian, total telah ada 373.109 kasus positif virus corona di tanah air sejak pertama kali diumumkan pada 2 Maret lalu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 297.509 di antaranya telah sembuh dan 12.857 orang meninggal dunia usai terinfeksi virus corona.

Merujuk data yang diunggah di situs kemkes.go.id, pasien virus corona yang sembuh bertambah 3.856 orang. Jumlah pasien yang meninggal dunia bertambah 123 orang pada hari ini. Jumlah spesimen yang dites sebanyak 43.586. Sejauh ini juga telah ada 162.216 pasien suspek.

Sejauh ini, pemerintah sudah menyatakan bakal mendatangkan tiga jenis vaksin virus corona dari China. Tiga vaksin itu antara lain Sinovac, CanSino, Sinopharm. Kemenkes menyatakan vaksin-vaksin tersebut sudah diuji klinis.

Akan tetapi, pemberian vaksin hanya akan dilakukan terhadap kelompok usia 18-59 tahun. Kemenkes memutuskan itu karena uji klinis tidak melibatkan kelompok usia 0-17 dan di atas 60 tahun. Mereka yang mengidap penyakit penyerta atau komorbid juga tidak akan diberikan.

"Dalam memberikan apapun, keamanan nomor satu," kata Menkes Terawan Agus Putranto, Selasa (20/10/2020).

Meski demikian, bukan berarti kelompok usia 0-17 tahun dan di atas 60 tahun serta pengidap penyakit komorbid jadi diabaikan. Kemenkes akan berupaya agar vaksin bisa dipakai semua kalangan usia.

"Kita belum akan vaksinasi di luar kelompok 18-59 tahun, tapi bukan berarti akan kita abaikan. Artinya seiring waktu akan kita tindaklanjuti," ucap Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto.

Yurianto juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan jika sudah disuntik vaksin virus corona. Dia mengatakan setiap orang masih bisa tertular dan menularkannya kepada orang lain.

Vaksin sekadar membuat tubuh lebih kuat atau jadi tidak mengalami gejala berat ketika terinfeksi virus corona.

"Vaksin ditujukan memberikan kekebalan agar saat kita terpapar virusnya tidak jadi sakit. Tapi tidak membebaskan kita dari penularan. Jadi harus dipahami, sekalipun sudah divaksin, menjaga terpapar dengan menggunakan masker perlu dilaksanakan," kata Yuri. []

Komentar

Loading...