Pemerintah Prancis: Batalkan Ligue 1, Presiden Lyon: Mainkan Format Play-Off

Ilustrasi Ligue 1. [Grafis: acehonline.co]

PARIS - Presiden Olympique Lyonnais, Jean-Michel Aulas, turut berbicara soal akhir Ligue 1 2019/20. Menurutnya daripada Ligue 1 diakhiri tanpa juara atau tim-tim yang degradasi dan promosi, akan lebih baik jika dimainkan dalam format play-off.

Sebelumnya, Edouard Phillippe, Perdana Menteri Prancis, telah menuturkan bahwa tidak ada olahraga yang diperbolehkan berlangsung hingga September - termasuk Ligue 1. Artinya Ligue 1 2019/20 berpotensi dibatalkan.

Aulas tak mau Ligue 1 berakhir seperti itu. Merujuk pernyataan UEFA yang ingin liga-liga top Eropa mengakhiri kompetisi - meski terlambat dari waktu normal, Aulas memberi saran untuk memainkan play-off.

"Saya membaca dengan cermat apa yang dikatakan UEFA, mereka ingin kami terus maju hingga akhir kompetisi, bahkan jika kami mungkin harus bermain dalam format yang dikurangi dan pada bulan Agustus," tutur Aulas dikutip dari Goal.

"Jadi, saya pikir ada cara alternatif yang akan terdiri dari melengkapi akhir kejuaraan ini dengan serangkaian play-off untuk bagian atas dan untuk bagian bawah yang akan berlangsung pada bulan Agustus, mungkin bahkan pada bulan Juli di balik pintu tertutup (stadion kosong tanpa penonton)."

"Jangan terburu-buru. Saya mengatakan pada diri saya sendiri bahwa, mungkin, dalam aturan yang telah diusulkan, masih ada ruang untuk menyelesaikan liga," pungkas Aulas.

Dalam klasemen saat ini, Paris Saint-Germain (PSG) memuncaki klasemen Ligue 1 dengan raihan 68 poin dari 27 laga, diikuti Olympique Marseille (56 poin), Stade Rennes (50 poin), dan Lille (49 poin) yang telah memainkan satu laga lebih banyak.

Komentar

Loading...