Aceh Zona Hijau Covid-19, Anggota DPRA: OTG Bisa Ada di Sekitar Kita

Anggota DPRA Purnama Setia Budi. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Anggota Komisi V DPRA Bidang Kesehatan, Purnama Setia Budi, menilai semua pihak di Aceh tidak gegabah dan jumawa dengan penetapan Aceh sebagai zona hijau penyebaran Covid-19 serta adanya pujian dari Jubir Covid-19 nasional terkait rendahnya kasus Covid-19 di Aceh.

“Siapa yang bisa menjamin Aceh sudah aman hingga masyarakat sudah bisa beraktivitas seperti biasa? Yang harus diwaspadai adalah Orang Tanpa Gejala atau OTG. Saat sekarang kita merasa aman, tanpa kita sadari ada OTG di antara kita,” kata Purnama kepada acehonline.co, Jumat (29/5/2020).

Purnama menjelaskan, sejumlah kasus Covid-19 di Aceh saat ini adalah importir yang berasal dari luar daerah dan belum ada transmisi lokal.

“Coba kita review kembali ketika kasus cluster santri Temboro di Bener meriah, saat di-rapid tes dua kali hasilnya negatif. Namun ketika dilakukan RT PCR melalui swab hasilnya positif. Padahal tidak ada dijumpai gejala Covid-19,” jelasnya.

Anggota dewan yang berlatar belakang dokter ini juga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta hingga 24 Mei 2020, telah melakukan pemeriksaan RT PCR sebanyak 129 ribu sampel di seluruh Jakarta.

“Bagaimana dengan Aceh? sudah seberapa banyak yang dilakukan pemeriksaan RT PCR?,” ungkapnya.

“Karena salah satu gold standar untuk pemeriksaan Covid-19 adalah dengan RT PCR. Kemampuan dua laboratorium di Aceh bisa mencapai 300 sampel per hari. Kenapa kita terlalu percaya diri mengatakan sudah bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala?” tandasnya.

Purnama juga menilai, sulit memprediksi Covid -19 yang menurutnya memiliki karakter unik.

“Kembali kita review saat ada pasien covid-19 yang sudah dinyatakan negatif dengan RT PCR, bisa kembali positif saat diulang 14 hari kemudian,” paparnya.

Terkait solusi, Purnama mendesak Pemerintah Aceh melakukan RT PCR kepada seluruh masyarakat agar dapat memastikan Aceh Aman dari Covid-19.

“Lakukan pool test seperti yang dilakukan di Sumbar. Ambil swab masyarakat dalam satu desa dan jadikan satu sampel jadi lebih hemat reagent. Apabila hasil negatif, berarti desa tersebut bisa kita katakan aman dari Covid, namun apabila ada yang positif maka harus dilakukan RT PCR pada setiap warga desa tersebut,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtara (PKS) ini.

“Kalau ini bisa dilakukan, baru kita berani berkata bahwa Aceh Aman dari Covid -19. Pertanyaannya Apakah mau pemerintah Aceh melakukan tes PCR untuk masyarakat?” timpal Purnama. []

Komentar

Loading...