Anggota DPRA Ini Nilai Kebijakan Jam Malam Sudah Tepat

Anggota DPRA, Wahyu Wahab Usman. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Wahyu Wahab Usman, menilai pemberlakukan jam malam yang diterapkan Forkopimda Aceh sudah tepat. Dia pun mendukung kebijakan yang telah diterapkan sejak Minggu kemarin, 30 Maret 2020, itu.

“Kritik dan saran yang dilontarkan oleh mayoritas penduduk Aceh umumnya menentang keputusan pemberlakuan Jam Malam merupakan hal yang sangat wajar, dikarenakan setiap peraturan yang dikeluarkan sudah pasti tidak dapat memuaskan semua pihak,” kata Wahyu Wahab kepada acehonline.co, Kamis (2/4/2020).

Wahyu Wahab menilai, pemberlakuan jam malam adalah keputusan yang tepat dan terukur untuk diterapkan di Aceh, mengingat karakter masyarakat yang sulit diimbau dan sebagian masyarakat Aceh menurutnya tidak disiplin dalam pencegahan pandemi coronavirus yang penularannya sangat cepat.

“Pemberlakuan Jam Malam dalam praktiknya hampir mirip dengan status Darurat Sipil yang kendali di suatu daerah dikendalikan oleh militer. Artinya Aceh memberlakukan dua status dalam waktu yang bersamaan; Social Distancing pada siang hari dan Darurat Sipil pada malam hari,” jelasnya.

Hal ini, kata Wahyu Wahab, merupakan sebuah upaya yang sangat preventif mengingat penularan virus yang cepat. Sementara mereka yang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) tidak mengisolasi diri.

“ODP cukup hanya lima hari, waktu 14 hari bagi ODP membuat banyak yang enggan mengakui dirinya berstatus ODP dikarenakan waktu isolasi yang cukup panjang (setengah bulan),” ungkap Politisi Partai Daerah Aceh (PDA) ini.

Wahyu Wahab mengaku khawatir apabila ledakan jumlah pasien positif atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan) bertambah di Aceh hingga puluhan, bahkan sampai ratusan orang per hari. Jika ini terjadi, maka tim medis yang menangani PDP menurutnya pasti akan kewalahan karena kalah jumlah.

“Selain membutuhkan anggaran yang besar, ketersediaan fasilitas di rumah sakit yang ada saat ini sangat juga terbatas. Apabila PDP membludak dan tidak terisolasi serta ditangani dengan baik, maka penularan akan menjalar ke pasien-pasien lain yang bukan PDP, sehingga proses penularan Coronavirus akan semakin merebak di Aceh,” jelasnya.

Maka dari itu, Wahyu Wahab menilai kebijakan memberlakukan Jam Malam menurutnya sudah tepat. Hanya saja, kata dia, penjagaan yang dilakukan oleh aparat TNI di malam hari membuat suasana menjadi mencekam, dikarenakan trauma konflik di masa lalu.

“Yang menjadi "PR" bagi kita hari ini adalah bukan pemberlakuan Jam Malam, tetapi bantuan pemerintah kepada masyarakat pelaku usaha kecil dan menengah, seperti pedagang warung kopi serta tenaga harian lainnya yang terkena imbas oleh Covid-19,” tutup Wahyu Wahab. []

Komentar

Loading...