Anggota DPRA: Jumlah Masyarakat Terdampak Covid-19 Lebih Besar Dibandingkan Bantuan Pemerintah Aceh

Anggota DPRA Fraksi PNA, M Rizal Falevi Kirani. [Foto: Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) M. Rizal Falevi Kirani menilai jumlah masyarakat terdampak Covid-19 yang membutuhkan dukungan sembako atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Aceh jauh lebih besar dibandingkan angka distribusi pangan yang dilakukan Pemerintah Aceh pada Kamis (9/10/2020) lalu.

“Kemarin kami mendapat informasi, Pemko Banda Aceh mengusulkan penerima bantuan Sembako ke Pemerintah Aceh sebesar 17 ribu KK lebih. Namun yang diterima hanya tiga ribuan saja, jauh dari kebutuhan. Saya pikir itulah cerminan kondisi riil masyarakat diseluruh Aceh,” kata Falevi Kirani dalam keterangan tertulisnya kepada acehonline.co, Sabtu (11/4/2020), menanggapi penyaluran bantuan sosial (Bansos) pangan atau sembako untuk 61.584 kepala keluarga (KK) yang terdampak Covid-19 di seluruh kabupaten/kota di Aceh yang disalurkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh.

Namun demkian, Falevi selaku Ketua Komisi V DPRA mengapresiasi Pemerintah Aceh atas kegiatan distribusi sembako untuk masyarakat yang terdampak oleh kebijakan penanggulangan Covid 19 di Aceh. Meski, dia menilai penyaluran bantuan tersebut agak terlambat disalurkan Pemerintah Aceh.

“Kita berharap bantuan Sembako tersebut dapat membantu meringankan beban sebagian rakyat. Kita juga meminta Pemerintah Aceh agar bekerja lebih serius lagi, tidak cukup hanya distribusi Sembako semata. Apalagi jumlah KK tergolong yang dibantu tergolong sangat kecil,” jelasnya.

Untuk itu, Falevi Kirani mendesak Pemerintah Aceh menyiapkan skema Jaring Pengaman Sosial (JPS) secara komprehensif.

“Jika melihat realitas perekonomian masyarakat saat ini, perkiraan saya ada 200 ribu sampai 300 ribu KK yang harus dibantu dalam skema JPS. Karena itu Dinas Sosial harus segera meng-update data masyarakat yang terdampak. Jangan sampai nanti menimbulkan gejolak sosial di masyarakat,” ujar politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) ini.

Falevi juga meminta nominal bantuan yang diberikan untuk warga terdampak Covid-19 di Aceh minimal Rp500 ribu per KK.

“Skemanya penyalurannya bisa BLT atau kombinasi sembako dengan uang tunai. Misalnya Sembako senilai Rp250 ribu, sisanya diberikan diberikan dalam bentuk uang tunai,” kata Falevi.

“Distribusi Sembako atau BLT harus jadi prioritas utama dalam anggaran realokasi APBA 2020 untuk penanggulangan Covid 19. Karena itu jangan pula Pemerintah Aceh nantinya berupaya agar jumlah penerima seminim mungkin, padahal fakta di lapangan banyak rakyat yang sangat kesulitan,” tambahnya. []

Komentar

Loading...