Ditanyai Yahdi Hasan Soal ALA, Raidin Pinim: Perjuangan Yang Akan Menguras Energi Saja

Anggota DPRA Yahdi Hasan saat bersilaturrahmi dengan Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim, Jumat 2 Oktober 2020. [Foto: Istimewa]

ACEH TENGGARA – Anggota Komisi 2 DPRA Yahdi Hasan bersilaturrahmi dengan Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim di rumah dinas Bupati Aceh Tenggara, Jumat (2/10/2020). Pertemuan itu membahas terkait pembangunan Aceh Tenggara ke depan.

Namun dalam pertemuan itu, politisi Partai Aceh itu sempat menyinggung soal isu pemekaran Aceh Leuser Antara (ALA) yang kini sedang santer di masyarakat tengah dan barat selatan Aceh. Kepada Yahdi Hasan, Raidin Pinim mengaku tidak tertarik membahas isu tersebut.

“Perjuangan yang akan menguras energi saja,” tutur Raidin Pinim kepada Yahdi Hasan.

Dibandingkan memikirkan persoalan itu, Raidin Pinim mengaku lebih ingin fokus dan memikirkan penyelesaian pembangunan Aceh Tenggara ke depan, yang telah dirinya janjikan di masa kampanye Pilkada 2017 silam.

“Saya saat ini lebih banyak turun ke desa-desa dan bertemu dengan beberapa elemen dan tokoh masyarakat, untuk mendengarkan keluhan mereka tentang mengatasi Pandemi Covid-19 yang sangat membuat trauma masyarakat,” ungkap Raidin Pinim.

Saat ini, Raidin Pinim mengatakan dirinya bersama tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tenggara berusaha mencari jalan keluar (mensosialisasikan) penegakan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai Covid-19, seperti mengeluarkan imbauan untuk tidak mengadakan acara keramaian di satu tempat (wilayah hukum Aceh Tenggara), intruksi memakai masker dan menjaga kebersihan lingkungan, serta penerapan protokol kesehatan covid lainnya.

“Saya juga sering mengingatkan kepada ASN dan aparat kabupaten, kecamatan dan sampai ke desa agar memaruhi aturan kesehatan Covid-19,” ungkapnya.

Kepada Yahdi Hasan yang merupakan anggota DPRA Dapil Aceh Tenggara-Gayo Lues, Bupati Aceh Tenggara itu juga berpesan agar memperjungkan aspirasi masyarakat yang diwakilinya, baik melalui kebijakan pemerintah Aceh maupun menyuarakan dari Gedung parlemen Aceh. []

Komentar

Loading...