Fraksi Partai Aceh Apresiasi PAS Jakarta Terkait Pemulangan Jenazah M Basri

Ketua Fraksi PA di DPRA, Tarmizi Panyang. [Foto: Acehonline.co / Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tarmizi Panyang mengapresiasi solidaritas Persatuan Aceh Serantau (PAS) Jakarta terkait kasus yang menimpa salah satu warga Aceh, Muhammad Basri (37) di Tangerang Selatan, Banten.

Seperti diketahui, Muhammad Bakri yang merupakan warga Leuge, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, menjadi korban pengeroyokan massa di Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (8/52020) lalu, karena diteriaki diduga melakukan pencurian sepeda motor. Akibat pengeroyokan tersebut, Muhammad Basri meninggal dunia.

Kasus tersebut kini telah ditangani Polres Tangerang Selatan dan dikawal oleh Persatuan Aceh Serantau (PAS) Jakarta hingga tuntas. Selain mengawal untuk menangkap para pelaku, PAS Jakarta juga memfasilitasi pemulangan jenazah korban dari Tangerang ke Aceh melalui jalur darat karena tidak ada penerbangan pesawat komersil akibat kebijakan penanganan corona oleh Pemerintah. Jenazah korban dikebumikan di Kecamatan Jambo Aye, Aceh Utara.

Atas dasar tersebut, Tarmzi Panyang selaku Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada masyarakat Aceh di Jabodetabek yang tergabung dalam Persatuan Aceh Serantau (PAS) Jakarta.

"Secara pribadi atas nama rakyat Aceh dan atas nama Ketua Fraksi Partai Aceh DPRA, saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua masyarakat Aceh yang tergabung dalam PAS Jakarta, atas pemulangan jenazah korban ke Aceh, serta mengawal penegakan hukum atas kasus yang menimpa almarhum Muhammad Basri," ujar Tarmizi Payang dalam keterangan tertulisnya yang diterima Aceh Online, Senin (11/5/2020).

Dalam hal ini, anggota DPRA Dapil Aceh Utara - Lhokseumawe ini mengaku salut atas solidaritas yang ditunjukkan Persatuan Aceh Serantau (PAS) Jakarta, hingga mengantarkan jenazah korban melalui jalur darat yang menempuh perjalanan sekitar dua hari tiga malam dari Tangerang-Aceh.

Lebih lanjut, Tarmizi mendesak pihak kepolisian Polres Tangerang untuk mengungkap kasus tersebut sampai tuntus dengan menangkap dan memenjarakan semua pelaku pengeroyokon tersebut.

"Menurut informasi yang kita terima, beberapa pelaku memang sudah ditangkap, tapi kasus ini tidak boleh berhenti sampai di sini, semua yang terlibat pengeroyokan harus ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Ini untuk pembelajaran bagi masyarakat agar tidak main hakim sendiri," tegasnya.

Dia juga mengharapkan solidaritas dan kekompokan seluruh elemen masyarakat Aceh di Jakarta di bawah payung Aceh Serantau (PAS) Jakarta dapat terus diperkokoh, sehingga pelecehan terhadap warga Aceh tidak terulang lagi. Namun demikian, politisi Partai Aceh ini menghimbau kepada masyarakat Aceh di perantauan untuk menahan diri dan tidak terpancing amarah.

"Kita menahan diri bukan karena takut, kita juga bisa melakukan hal yang sama, bahkan lebih dari itu. Namun sebagai masyarakat Aceh, sebagai umat Islam yang menjunjung nurani, tentu kita tidak sampai segitunya yang memukul orang, apalagi belum tentu bersalah sampai berdarah-darah hingga meninggal," imbuhnya.

Terkait pernyataan Ketua PAS Jakarta, Akhyar Kamil, yang menyayangkan perwakilan Pemerintah Aceh di Jakarta karena tidak merespon perihal pemulangan jenazah Muhammad Basri ke Aceh, Tarmizi Panyang mengatakan Fraksi Partai Aceh DPRA sangat menyayangkan hal tersebut.

Tarmizi Panyang selaku Ketua Fraksi Partai Aceh menegaskan, semestinya pihak perwakilan Pemerintah Aceh di Jakarta harus responsif terhadap masalah yang menimpa masyarakat Aceh di sana, bukan malah menganggap angin berlalu.

"Birokrasi Pemerintah Aceh hari ini memang sangat kacau, pemimpin dan pejabat ada, tapi seperti tidak ada orangnya. Plt Gubernur Aceh juga seperti jalan sendiri sesuai kehendaknya. Banyak problem sosial yang dialami masyarakat Aceh tidak diurus, padahal itu jelas bagian dari tanggung jawab Pemerintah Aceh," pungkasnya. []

Komentar

Loading...