Harga Bahan Pokok Naik Jelang Ramadhan, Pemerintah Aceh Diminta Gelar Operasi Pasar

Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah. [Dok. Tgk Irawan]

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk. Irawan Abdullah mengatakan menjelang masuknya bulan suci Ramadhan diperkirakan harga bahan pokok cenderung mengalami kenaikan. Hal tersebut disebabkan tingkat kebutuhan masyarakat terus meningkat, sementara ketersediaan stok bahan pokok yang terbatas.

“Ditambah lagi dengan keadaan sekarang di mana pandemi covid 19 masih melanda dunia juga Indonesia termasuk Aceh,” kata Tgk Irawan Abdullah, dalam keterangan tertulisnya kepada acehonline.co, Sabtu (18/4/2020).

Untuk itu, Tgk Irawan meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menggelar operasi pasar atau adanya pasar murah. Hal itu bertujuan agar harga kebutuhan pokok masyarakat bisa relatif stabil dan terjangkau.

“Operasi pasar ini penting dilakukan pemerintah untuk menekan dan mengendalikan harga di pasaran. Apalagi menjelang meugang dan Ramadhan kenaikannya yang sangat signifikan. Tentunya ini akan menyusahkan masyarakat,” kata Tgk Irawan Abdullah.

Anggota DPRA Dapil Aceh I ini juga mengatakan akibat mewabahnya virus Covid-19, banyak masyarakat yang kehilangan lapangan pekerjaan. Akibatnya, daya beli masyarakat jadi menurun karena harga sembako yang melambung tinggi.

“Kalaupun ada bantuan sembako dari pemerintah atau pihak lain, itupun jumlah penerimanya sangat terbatas. Dan penggunaannya sudah habis di pakai pada awal pemberlakuan masa pembatasan (distancing). Maka dari itu, Pemerintah harus mampu mengendalikan harga sembako di tengah penanggulangan covid-19 ini dan juga memastikan ketersediaannya,” ujar Tgk Irawan.

Pertegas SOP Pencegahan Covid-19

Di samping itu pada kesempatan yang sama Wakil Ketua F Fraksi PKS DPRA ini juga sangat mengkhawatirkan terjadinya penularan covid-19 di area pasar saat terjadinya transaksi jual beli barang. Menurutnya, pasar akan menjadi tempat yang “rawan dan rentan” dikarenakan masih banyak para pelakunya yang enggan dan malas menggunakan masker.

“Saya sudah beberapa kali masuk ke area pasar, bisa dihitung dengan jari para pedagang yang menggunakan masker saat melakukan transaksi. Begitu juga dengan para pembeli yang masuk area pasar, banyak yang tidak memakai masker,” kata anggota DPRA kelahiran Lambaro ini.

Tgk Irawan Abdullah menilai saat ini penggunaan masker saat keluar rumah, khususnya saat berada di tempat keramaian seperti area pasar, sangatlah penting agar tidak tertular Covid-19.

“Selama ini pemerintah dan pihak lainnya sudah membagi-bagikan masker kepada masyarakat yang beraktivitas di pasar. Jadi kenapa maskernya tidak dipakai? apa disimpan atau dikoleksi,” tegasnya.

Untuk itu, Ketua Komisi VI DPRA mengharapkan Pemerintah Aceh melalui dinas terkait agar dapat mempertegas penerapan SOP kesehatan pencegahan Covid-19, dengan melakukan penjagaan di pasar-pasar terhadap pedagang dan pembeli yang tidak memakai masker. Dengan ketentuan, kata dia, pedagang dilarang berjualan dan pembeli jangan diizinkan masuk pasar jika tidak pakai masker.

“Kita juga berharap agar masyarakat yang keluar rumah dengan penuh kesadaran untuk selalu menggunakan masker dan membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun. Mari bersama-sama kita lawan covid-19 ini dan semoga cepat berakhir sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan aman dan damai,” pungkas Tgk Irawan Abdullah. []

Komentar

Loading...