Wali Nanggroe Berharap APBA Direalokasi untuk Penanganan Kebutuhan Pokok Warga Kurang Mampu

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar berharap Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2020 dapat direalokasi dan digunakan untuk penanganan dampak dari kebijakan yang telah diambil Pemerintah serta untuk penanganan kebutuhan pokok bagi masyarakat kurang mampu di Aceh.

“Ini agar kebutuhan utamanya pangan masyarakat seluruhnya dapat terpenuhi secara baik dan tidak terdengar di Aceh ada rakyat yang kelaparan akibat dari kebijakan Pemerintah dalam penanganan Covid-19,” kata Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehonline.co Jumat (10/4/2020).

Selain itu, Wali Nanggroe juga meminta Pemerintah Aceh memastikan setiap gampong dapat memenuhi kebutuhan warganya yang kurang mampu.

“Baik karena keterbatasan mata pencahariannya, maupun keterbatasan secara fisiknya,” jelas Wali Nanggroe.

Wali Nanggroe menambahkan, kebijakan-kebijakan kedaruratan yang akan diambil oleh Pemerintah Aceh bersama DPRA dalam APBA, yang berpotensi bertentangan dengan peraturan yang berlaku dalam tata kelola pemerintahan maupun keuangan negara, akan bersama-sama diperjuangkan ke Pemerintah Pusat agar diberikan pengecualian untuk Aceh, yang memang memiliki kekhususan dan keistimewaan.

“Keamanan dan keselamatan nyawa rakyat Aceh sudah seharusnya menjadi prioritas utama dan pertama dari Pemerintah dan DPR Aceh,” tegas Wali Nanggroe.

Tgk Malik Mahmud menilai, pandemi Covid-19 di Aceh diperkirakan akan berlangsung lam hingga tiga sampai enam bulan ke depan, serta berpotensi memunculkan persoalan baru di Aceh.

“Belum lagi dampak ke ekonomiannya yang bisa berlangsung dalam bilangan tahunan. Untuk itu diperlukan kesiap-siagaan kita bersama secara kompak dan bergotong-royong,” jelas Wali Nanggroe.

Kepada kelompok masyarakat, Wali Nanggroe mengimbau agar membuat dana donasi untuk gampong, Kecamatan maupun kabupaten/kota masing- masing di seluruh Aceh.
“Karena kemampuan pemerintah dalam anggaran, distribusi maupun informasi yang didapat pasti akan sangat terbatas,” jelas Wali.

“Sedekah dalam donasi berbagai bentuknya dalam situasi musibah ini, akan mendapatkan balasan yang besar dari Allah SWT serta akan mendekatkan kita sesama keluarga besar bangsa Aceh,” tambahnya.

Selain itu, Wali Nanggroe juga berharap kepada intelektual dan akademisi di universitas-universitas yang ada di Aceh, dapat membuat stimulus atau skema penyebaran covid-19 di Aceh dan metode pencegahannya, serta mekanisme bantuan kepada masayarakat kurang mampu, agar dapat dipenuhi dengan baik dan tepat sasaran.

“Juga besaran anggaran yang dibutuhkan untuk memastikan agar aspek kemanusiaan, aspek keadilan sosial serta dampak ikutannya bisa dipetakan secara baik dan dalam jangka waktu yang dibutuhkan. Pandemi Covid-19 ini, akan berdampak kuat kepada struktur social dan mungkin akan menyentuh perubahan dalam peradaban manusia di masa mendatang,” jelas Tgk. Malik Mahmud.

Selain itu, Wali Nanggroe menambahkan, ulama dan tokoh masyarakat harus dan wajib dilibatkan untuk program-program sosialisasi serta imbauan –imbauan kepada masyarakat, agar semua kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota sesuai dengan ajaran syariat Islam serta karakter dan budaya rakyat yang berlaku di Aceh.

Selain itu, kepada Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Aceh serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Aceh, serta Lembaga Keuangan dan Perkreditan yang beroperasi di Aceh, maupun Institusi sejenis yang ada di Aceh, Wali Nanggroe berharap agar memberikan kelonggaran waktu untuk edbitur dalam melaksanakan kewajibannya untuk jangka waktu enam bulan sampai satu tahun ke depannya.

“Mohon disampaikan ke institusi pusat agar untuk Aceh diberikan kelonggaran ini dengan mekanisme penundaan pembayaran (grace periode) maupun mekanisme lain yang dimungkinkan, sebagaimana ketika tsunami melanda Aceh di waktu yang lalu,” harapnya,

Sementara itu kepada para pedagang dan pengusaha, Wali Nanggroe mengimbau agar memberi harga yang seusai dengan kemampuan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhannya dan tidak mengambil keuntungan yang berlebihan.
“Peran semangat solidaritas dan kemampuan anda saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat guna ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga sesuai daya beli masyarakat,” jelas Wali.

Dalam keterangannya, Wali Nanggroe juga menyampaikan terima kasih dan penghormatan yang tinggi kepada para dokter, petugas medis, staff kesehatan serta relawan kemanusiaan, dan juga Tim Gugus Tugas Covid- 19 di seluruh Aceh, atas semua dedikasi dan jerih payah tanpa kenal lelah yang telah diberikan selama ini dalam melayani pasien baik ODP, PDP Pasien Positif Covid-19 di berbagai Rumah Sakit di Aceh.

“Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Panglima Kodam Iskandar Muda beserta seluruh jajaran TNI, Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Aceh beserta seluruh jajaran Polri, yang telah bekerja keras secara persuasif dan bijaksana dalam menegakan protokol penanganan penanggulangan penyebaran Covid-19, dan Kebijakan Pemerintah Aceh guna melidungi segenap warga masyarakat yang ada di Aceh,” ungkap Wali Nanggroe.

“Ucapan terima kasih saya atas Keputusan Plt Gubernur Aceh bersama Pimpinan DPRA yang telah bersepakat memutuskan penghentian tender pengadaan barang dan jasa di Aceh yang bersumber APBA yang selanjutnya akan diarahkan penggunaannya guna pencegahan dan penanganan dan dampak Covid-19 di Aceh,” tambahnya.

Khusus kepada seluruh jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA), Wali Nanggroe meminta agar membantu dan mendukung sepenuhnya kerja-kerja para dokter dan tim medis, aparat TNI maupun Polri, dalam penanganan dan pencegahan wabah Covid-19.

“Buat kordinasi yang baik dan terstruktur agar dapat saling berbagi peran, baik di tingkat gampong, kecamatan, kabupaten/kota maupun di seluruh Aceh. Anda semua dahulu sudah berjuang untuk kepentingan Aceh dengan ikhlas dan tanpa mengharap jasa, saatnya sekarang anda kembali berjuang demi Kemanusiaan dan kesehatan bagi rakyat Aceh tercinta ini,” imbau Wali.

Wali Nanggroe menegaskan, dirinya bersama seluruh jajaran Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Majelis Tuha Peut, Majelis Tuha Lapan, Majelis Fatwa berserta segenap unsurnya, akan selalu siap membantu, mendukung dan berjuang bersama komponen lain di Aceh, agar pencegahan, penanganan serta dampak penanganan Covid-19 yang melanda di Aceh dapat dilalui secara baik, aman dan lancar.

“Situasi dan kondisi saat ini dan ke depannya membutuhkan perjuangan multi sektor secara kompak dan intensif, serta saling bahu membahu mencari jalan dan langkah yang terbaik yang dapat dilakukan secara bersama segenap lapisan masyarakat, dengan membuka ruang komunikasi secara lebar dan terbuka untuk semua kepentingan dan kebutuhan yang ada, agar secara bersama dapat dicari solusi yang tepat,” tutup Wali Nanggroe. []

Komentar

Loading...