Akhirnya, Pelajar di Aceh Utara Bisa Belajar Tatap Muka

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Saifullah. [Foto: AcehOnline/Jefry]

ACEH UTARA - Akhirnya, seluruh siswa di wilayah Kabupaten Aceh Utara bisa sekolah dan belajar tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sistem belajar ini direncakan mulai berlangsung Senin (8/9/2020) pekan depan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Saifullah saat ditemui acehonline.co di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2020), mengatakan pihaknya telah menggelar dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) terkait persiapan-persiapan yang harus dilakukan untuk melaksanakan belajar tatap muka.

"Senin depan, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD dan SMP di Aceh Utara sudah belajar tatap muka. Dalam rapat dengan K3S, MKKS dan Sub Rayon kita menjelaskan apa saja yang harus dipersiapkan di sekolah. Karena, beberapa intruksi yang harus ditaati oleh kepala sekolah dan dewan guru yang harus segera dipersiapkan," ujarnya.

Menurutnya, intruksi tersebut berkaitan dengan pencegahan Covid-19 di lingkungan sekolah masing - masing. Seperti menyediakan masker, alat cuci tangan dan berbagai keperluan lain yang diwajibkan oleh tim gugus tugas percepatan penanganan Covid - 19.

Ketika disinggung mengapa Aceh Utara memberlakukan belajar tatap muka, Saifullah menjelaskan belajar tatap muka ini dilakukan karena ada perubahan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yang membolehkan belajar tatap muka di daerah zona hijau dan kuning secara bertahap. SKB tersebut menegaskan, sekolah boleh tatap muka jika pemerintah daerah sudah memberi izin melalui dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota.

"Selain itu, juga berdasarkan persetujuan atau rekomendasi satuan tugas percepatan penanganan Covid-19 setempat dengan syarat memperketat protokol kesehatan. Kemudian, adanya pernyataan dari wali murid dan komite sekolah," sebutnya.

Dia juga menambahkan, rekomendasi dari ketua gugus tugas Covid - 19 Aceh Utara dalam hal ini Bupati Muhammad Thaib dikeluarkan berdasarkan dukungan dari unsur Forkopimda. Kendati demikian, bagi wali murid yang tidak ingin anaknya belajar tatap muka, pihak Dinas Pendidikan tidak memaksa.

"Apabila ada wali murid yang masih khawatir jika anaknya ke sekolah dan belajar tatap muka, itu dibolehkan. Kita tetap melakukan daring dengan anak dan orangtua tersebut," tandas Saifullah. []

Komentar

Loading...