Kantor Pertanahan Sabang Sosialisasi Pemberdayaan Hak Atas Tanah Masyarakat

Sosialisasi Pemberdayaan Hak Atas Tanah di Desa Balohan. [Dok. BPN Sabang]

SABANG - Kantor Pertanahan (BPN) Kota Sabang bersama Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kota Sabang melakukan Sosialisasi Pemberdayaan Hak Atas Tanah Masyarakat di Desa Balohan. Kegiatan Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Kantor Balai Pertanian Kecamatan Sukajaya, Rabu (2/9/2020).

“Sasaran kegiatan ini adalah Petani Salak Pondok. Petani Salak Pondok adalah sebuah kelompok petani yang membudidayakan salak di Desa Balohan,” kata Kepala Kantor Pertanahan Sabang, Muliadi, melalui Kasi Hubungan Hukum Pertanahan Kota Sabang, Hasanul Arifin.

Kegiatan sosialisasi ini, Hasanul menjelaskan, merupakan tahap awal dalam kegiatan Pemberdayaan Hak Atas Tanah Masyarakat, yang bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat, khususnya Petani Salak Pondok yang ada di Desa Balohan.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Perwakilan Kantor Pertanahan Kota Sabang, Dinas Pertanian Kota Sabang, Dinas Pertanahan Kota Sabang, dan juga Kelompok Tani salak di Desa Balohan. Sementara pemateri dalam sosialisasi tersebut yaitu Kabid P3T Dinas Pertanahan Kota Sabang Dayana, Kadis Pertanian dan Pangan Kota Sabang Fakri, serta Pimpinan Capem BRI Sabang Sulfan Herri.

“Kegiatan ini mendapat respon yang bagus dari petani salak di Desa Balohan. Banyak Petani yang menyampaikan aspirasi baik berupa kendala, akses, dan juga legalitas aset mereka pada kegiatan tersebut. Kegiatan ini sebenarnya bertujuan untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi target pemberdayaan yang akan dilaksanakan di desa tersebut,” ungkap Hasanul.

“Kendala atau hambatan yang disampaikan petani-petani tersebut, nantinya akan menjadi data untuk menjadi pertimbangan Tim Kelompok Kerja (Pokja) dalam menyusun model pemberdayaan yang akan dilaksanakan di Desa Balohan,” tambahnya.

Berdasarkan Inventarisasi dan identifikasi tersebut, Hasanul menambahkan, Tim Pokja Pemberdayaan Hak Atas Tanah Masyarakat Kota Sabang berkomitmen untuk memberikan akses maupun legalitas aset Petani.

“Kantor Pertanahan Kota Sabang akan memprioritaskan legalisasi aset bagi petani yang belum mempunyai sertipikat tanah dengan mengikutkannya dalam kegiatan Redistribusi Tanah Objek Landreform (RTOL) tahun 2021,” ujarnya.

Sementara dari Dinas Pertanian Kota Sabang, lanjut Hasanul, akan memprioritaskan untuk memberikan akses kepada petani, baik melalui pemberian pupuk, pelatihan budidya, dan penyuluhan.

“Pihak perbankan juga siap untuk memberikan akses permodalan bagi para petani yang ingin mengembangkan usaha mereka, setelah petani tersebut memiliki sertipikat tanah,” tuturnya.

Sosialisasi Pemberdayaan Hak Atas Tanah di Desa Keunekai. [Foto: Dok. BPN Sabang]
Sebelumnya, Tim Pokja Pemberdayaan Hak Atas Tanah Masyarakat juga telah melakukan kegiatan Penyuluhan di Desa Keunekai pada Senin, 31 Agustus 2020. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Kantor Keuchik Desa Keunekai.

“Kelompok Petani Pisang Barangan adalah kelompok petani yang menjadi target pemberdayaan. Kegiatan tidak jauh berbeda dengan sosialisasi di Desa Balohan, namun jenis usaha atau model pemberdayaan di desa keunekai ialah budidaya pisang karena pisang adalah tanaman yang dominan di Desa Keunekai,” jelas Hasanul.

Daerah Keunekai, Hasanul juga menjelaskan, dipilih sebagai target kegiatan pemberdayaan dikarenakan masih banyak aset yaitu berupa tanah yang belum bersertipikat.

“Tim Pokja menginginkan budidaya pisang yang telah dilaksanakan agar mendapatkan legalitas aset kepada kelompok tani pisang barangan yang nantinya bisa dijadikan sebagai modal yang dapat dianggunkan kepada perbankan jikalau ingin memperluas dan mengembangkan budidaya pisang. Serta Terlaksananya pemberdayaan hak atas tanah masyarakat yang terstruktur, komprehensif, dan terintegrasi sehingga bidang tanah hasil kegiatan legalisasi aset dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat,” tutupnya. []

Komentar

Loading...