1,27 Juta Orang Terinfeksi Covid-19 di Seluruh Dunia, 259.810 Sembuh

Penanganan medis pasien corona di Italia. [Foto: AP]

Pandemi global virus corona masih terus mengalami perkembangan, mulai dari peningkatan jumlah kasus, angka kematian, dan jumlah pasien sembuh.

Melansir data real time yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, jumlah infeksi per Senin (6/4/2020) pagi adalah sebanyak 1,27 juta kasus. Adapun jumlah kasus kematian yang terjadi adalah 69.309.

Sementara itu, 259.810 pasien telah dinyatakan sembuh. Kasus-kasus ini tersebar di ratusan negara di dunia. Jumlah kasus terbanyak tersebar di AS, yaitu lebih dari 300.000 kasus, disusul Spanyol, Italia, Jerman, dan Perancis.

Sementara, untuk jumlah kematian, paling banyak terjadi di Italia, disusul Spanyol, AS, Perancis, dan Inggris. Sedangkan jumlah pasien sembuh paling banyak masih ada di China, yaitu 77.207 pasien.

Berikut adalah perkembangan terbaru wabah virus corona di beberapa negara di dunia:

Amerika Serikat

AS masih mencatatkan jumlah terbanyak untuk kasus virus corona, yaitu 337.072 kasus. Ada 9.619 kasus kematian yang terjadi dengan 17.448 pasien telah dinyatakan sembuh. Untuk menahan penyebaran lebih luas,

Departemen Keamanan Negara dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tengah melakukan finalisasi pembatasan baru yang melarang penumpang kapal pesiar beserta krunya untuk tiba di AS dari penerbangan komersial domestik.

Pembatasan ini akan diberlakukan pada semua orang termasuk orang-orang yang tidak menunjukkan gejala. Mereka diharuskan untuk menjalani karantina 14 hari. Saat ini, pihak berwenang masih menyusun protokol baru sehingga aturan ini belum diberlakukan.

Spanyol

Jumlah infeksi virus corona yang telah dilaporkan terjadi di Spanyol adalah sebanyak 131.646 kasus. Dari jumlah tersebut, 12.641 orang meninggal dunia dan 38.080 pasien telah dinyatakan sembuh.

Untuk menguji kasus infeksi secara lebih menyeluruh, kelompok pertama sejumlah 1 juta rapid test telah siap didistribusikan kepada wilayah-wilayah di Spanyol.

"Spanyol akan meningkatkan kapasitas diagnosis untuk mengonfirmasi atau mengontrol keberadaan Covid-19 pada masyarakat," tulis pemerintah dalam pernyataannya sebagaimana dikutip CNN.

Menurut pernyataan pemerintah, 15.000 hingga 20.000 tes dilakukan setiap harinya, tetapi kapasitas ini disebut perlu ditingkatkan.

Inggris

Jumlah kasus infeksi virus corona di Inggris per Senin (6/4/2020) pagi adalah sebanyak 48.436 kasus. Dari jumlah tersebut, terjadi 4.943 kematian dan 229 pasien yang telah dinyatakan sembuh. Salah satu pasien yang dikonfirmasi positif Covid-19 adalah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Melansir CNN, terbaru, Boris Johnson akan dirawat di rumah sakit. Sebelumnya, ia dibawa ke rumah sakit pada Minggu (5/4/2020) malam karena Perdana Menteri terus menunjukkan gejala virus corona selama 10 hari setelah dikonfirmasi positif. Johnson didiagnosis positif virus corona pada 27 Maret 2020.

Italia

Italia melaporkan angka kematian harian terendah akibat virus corona dalam lebih dari dua minggu terakhir. Pada Minggu (5/4) tercatat 525 kematian akibat Covid-19, jauh dari angka terendah sebelumnya pada 19 Maret sebanyak 427 korban jiwa.

Angka tersebut juga menurun 23 persen dari sehari sebelumnya, Sabtu (4/4) yang mencapai 681 korban jiwa dalam sehari.

Hingga kini total korban meninggal karena virus corona di Italia mencapai 15.887 orang, terbanyak ketiga setelah Amerika Serikat dan Spanyol.

"Kurva (kematian akibat corona) mulai menurun dan jumlah kematian mulai berkurang. Jika data ini dikonfirmasi (dalam beberapa hari mendatang), kita harus mulai berpikir tentang fase pelonggaran lockdown," ujar Direktur Lembaga Kesehatan Nasional ISS Italia, Silvio Brusaferro seperti mengutip AFP.

Selain penurunan korban jiwa, Italia juga mencatat penurunan jumlah pasien dalam kondisi tidak kritis yang dirawat di 22 daerah pada Minggu mencapai 28.949 orang. Jumlah tersebut menurun dari 29.010 pasien pada Sabtu.

Jumlah pasien Covid-19 dalam kondisi kritis menurun tipis menjadi 3.994 orang dibandingkan sehari sebelumnya sebanyak 3.977 orang.

Penurunan ini merupakan imbas dari keputusan pembatasan wilayah atau lockdownyang diberlakukan pemerintah Italia sejak 12 Maret lalu. Pemerintah menutup semua bisnis dan melarang warga keluar rumah.

Perdana Menteri Giuseppe Conte diketahui sedang mempersiapkan lima poin untuk membuka kembali bisnis secara bertahap dan melakukan serangkaian pembatasan bagi warga yang akan kembali beraktivitas di luar ruangan.

Data yang dirilis Worldometers mencatat hingga saat ini Italia memiliki 128.948 kasus atau bertambah 4.316 kasus baru dalam tempo sehari. Sekitar 21.815 orang dinyatakan sembuh total, sementara 3.977 dalam kondisi kritis. []

Komentar

Loading...