13 Warga Sipil Tewas, Azerbaijan dan Armenia Saling Tuduh dalam Serangan di Kota Ganja

Serangan roket akibat peperangan Armenia dan Azerbaijan menghancurkan sejumlah bangunan di Kota Ganja, wilayah Azerbaijan. [Foto: Reuters]

BAKU - Azerbaijan menyatakan 13 warga sipil terbunuh dan 50 orang lainnya terluka karena serangan rudal Armenia di Kota Ganja. Sebaliknya Yerevan (Ibu Kota Armenia) menuding Baku (Ibu Kota Azerbaijan) terus melancarkan tembakan.

Pada Sabtu (17/10/2020), Kantor Kejaksaan Agung Azeri mengatakan sebuah daerah permukiman di Ganja, kota terbesar kedua di Azerbaijan dan bermil-mil jauhnya dari Nagorno-Karabakh, diledakkan oleh serangan rudal. Sekitar 20 gedung apartemen telah dihantam. Armenia membantah klaim tersebut.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menuduh Armenia melakukan kejahatan perang dengan menembaki Ganja.

"Mereka akan bertanggung jawab untuk itu. Jika komunitas internasional tidak menghukum Armenia, kami akan melakukannya," kata dia.

Aliyev mengatakan tentara Azeri telah sepenuhnya mengambil alih dua wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh separatis, Fizuli dan Jabrail.

"Kami mendominasi medan perang," kata dia, menambahkan bahwa angkatan bersenjata Azeri tidak pernah menargetkan permukiman sipil.

Aliyev juga mempertanyakan kemampuan Armenia untuk terus mengganti perangkat keras militer yang hancur dalam pertempuran---sebuah serangan terselubung yang dialamatkan kepada Moskow, sekutu Yerevan.

Dia menegaskan kembali pendiriannya bahwa Baku hanya akan menghentikan serangannya setelah Armenia menarik diri dari Nagorno-Karabakh. []

Komentar

Loading...