Armenia Klaim 2.317 Tentaranya Tewas Dalam Pertempuran Melawan Azerbaijan

Tentara Armenia siaga di perbatasan saat perang melawan Azerbaijan. [Foto: Reuters]

YEREVAN - Armenia mengklaim bahwa 2.317 tentara mereka tewas dalam pertempuran dengan Azerbaijan terkait konflik sengketa wilayah Nagorno-Karabakh.

"Hingga kini, tim forensik kami sudah memeriksa 2.317 jasad tentara, termasuk yang belum teridentifikasi," ujar juru bicara Kementerian Kesehatan Armenia, Alina Nikoghosyan pada Sabtu (14/11/2020).

AFP melaporkan bahwa angka tersebut meningkat hampir 1.000 dari total jumlah kematian yang dilaporkan Armenia sebelumnya.

Saat ini, pertempuran Azerbaijan dan Armenia sudah berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada Selasa (10/11) lalu dengan Rusia sebagai penengah.

Setelah gencatan senjata tersebut, Azerbaijan mengklaim sebagai pihak yang menang dalam peperangan tersebut.

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, mengatakan bahwa setelah menandatangani kesepakatan gencatan senjata, Armenia menyerah kalah.

Pada kenyataan di lapangan, Azerbaijan memang berhasil merebut sejumlah daerah di kawasan Nagorno-Karabakh, termasuk Kota Shusha. Sementara itu, Armenia menyatakan bersedia menarik pasukan mereka dari wilayah Nagorno-Karabakh.

Usai pengumuman gencatan senjata, sejumlah warga Armenia menyerbu dan menduduki gedung parlemen di ibu kota Yerevan karena tak terima dengan perjanjian tersebut.

Massa merusak gedung pemerintahan dan mendesak Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, mengundurkan diri.

Pashinyan mengatakan bahwa ia bertanggung jawab atas kesepakatan yang disebut-sebut sebagai bencana tersebut. Ia berdalih bahwa keputusan tersebut harus diambil agar kondisi tak lebih buruk.

"Sangat penting untuk menarik pelajaran. Ini akan membantu Armenia membangun masa depan," kata Pashinyan. []

Komentar

Loading...