Hampir 120 Ribu Orang Positif Virus Corona, 66.617 Sembuh

Polisi di Italia mengenakan masker saat melakukan pemeriksaan terhadap calon penumpang kereta di Stasiun Milan. [Foto: Reuters]

Korban meninggal akibat virus corona (Covid-19) di seluruh dunia hingga Rabu (11/3/2020) mencapai 4.295 orang. Jumlah kasus sebanyak 119.179 orang dan 66.617 di antaranya dinyatakan sembuh.

Korban terbanyak tetap berada di China, khususnya Kota Wuyah, Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran virus corona.

Dilansir dari situs pelaporan online Worldometers, kasus corona di China mencapai 80.778. Kementerian Kesehatan China melaporkan 22 pasien baru kemarin. Sementara korban meninggal di China tercatat 3.158 orang, dan yang dinyatakan sembuh 61.481.

Setelah China, Italia menjadi negara dengan korban corona terbanyak. Italia mencatat 168 kematian baru karena terinfeksi virus corona pada Selasa waktu setempat.

Dilansir dari AFP, di Italia 631 orang meninggal akibat virus corona dan 10.149 lainnya terinfeksi. Italia sudah memutuskan mengisolasi wilayahnya secara nasional sejak Selasa kemarin.

Sebelumnya pemerintah Italia telah menutup seluruh wilayah Lombardia, beberapa wilayah Veneto, wilayah Piemonte, dan wilayah Marche yang mencakup Provinsi Pesaro-Urbino.

Selain mengisolasi, pemerintah Italia meliburkan seluruh kegiatan sekolah. Sebagian besar para pekerja kantoran juga diminta untuk bisa bekerja dari rumah masing-masing. Hal itu dilakukan guna mengendalikan penyebaran Covid-19 yang terus memburuk.

Selain Italia, Iran juga menjadi negara dengan kasus corona terbanyak. Hingga kini korban meninggal di Iran mencapai 291 dan 8.042 kasus terkonfirmasi. Lalu di Korea Selatan, virus corona menginfeksi 7.755 orang dan menewaskan 60 pasien.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa ada ancaman penyebaran virus corona saat ini bisa menjadi pandemi, tetapi mereka yakin virus tersebut masih bisa dikendalikan.

Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan kesimpulan itu diambil setelah kasus infeksi virus corona mencapai 100 ribu. Dia mengatakan, ancaman pandemi virus corona menjadi sangat nyata. []

Komentar

Loading...