Israel Matikan Speaker Masjid Al-Aqsa Saat Muslim Palestina Shalat Tarawih

Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Tepi Barat. [Foto: AFP]

YERUSSALEM - Kepolisian Israel mematikan pengeras suara Masjid Al-Aqsa saat umat Islam Palestina sedang menunaikan salat Isya dan Tarawih di hari pertama Ramadan tahun ini. Hal ini menuai kecaman dari Kepresidenan Palestina

Juru Bicara Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, menganggap langkah mematikan pengeras suara masjid ini sebagai kejahatan rasis. "Serangan rasis terhadap kesucian tempat-tempat suci dan kebebasan beribadah dan pelanggaran berat terhadap konvensi hak asasi manusia internasional yang dilakukan oleh polisi Israel," katanya dikutip dari Kantor Berita Palestina Wafa, Rabu (14/4/2021).

Rudeineh memperingatkan kebijakan agresif Israel itu bisa mengubah konflik negara menjadi perang agama tanpa akhir yang akan merusak perdamaian dan keamanan internasional. Bila hal itu terjadi, ia meminta Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas konsekuensi tersebut.

udeineh juga meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan serius dalam mengendalikan agresi Israel yang sedang berlangsung di tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Yerusalem.

Sebelumnya, Polisi Israel mematikan pengeras suara masjid saat sekitar 10 ribu warga Palestina yang telah divaksinasi penuh melakukan salat pada hari pertama Ramadan.

Polisi mendobrak menara al-Magharba dan al-Asbat dan memutus kabel listrik ke pengeras suara, melepas pintu menara Bab al-Asbat, serta naik ke atap minareta dan menggeledahnya.

Mereka juga mencegah distribusi makanan buka puasa kepada jamaah di dekat Bab al-Asbat, dan menyerang jemaah yang meninggalkan Masjid Al-Aqsa setelah salat Tarawih. []

Komentar

Loading...