Kapal Selam Nuklir Baru Rusia Uji Tembak 4 Rudal ICBM dengan Target 5.000 Km

apal selam selam nuklir kelas Borei, K-551 Vladimir Monomakh, meluncurkan empat rudal balistik RSM-56 Bulava untuk menghancurkan target 5.000 kilometer jauhnya dalam latihan siaga perang pada Sabtu, 12 Desember 2020, di Laut Okhotsk, timur jauh Rusia.[Foto: RT]

Kapal selam nuklir Rusia sukses melakukan uji peluncuran empat rudal ICBM (Rudal Balistik Antarbenua) pada Sabtu di Pasifik barat.

Empat rudal Bulava diluncurkan dari kapal selam Vladimir Monomakh untuk persiapan tempur Rusia di tengah ketegangan yang meningkat dengan Amerika Serikat.

Dilaporkan oleh Euronews, 13 Desember 2020, rudal Bulava diluncurkan dari bawah permukaan air di Laut Okhotsk, Samudera Pasifik barat, kata Kementerian Pertahanan Rusia. Rudal Bulava mengenai sasaran yang berjarak ribuan kilometer di Nenets Autonomous Okrug.

RT melaporkan para pelaut di kapal selam K-551 Vladimir Monomakh berada posisi tempur mereka sebelum meluncurkan rudal balistik RSM-56 Bulava yang menghancurkan target mereka sekitar 5.000 kilometer jauhnya.

Kapal selam Vladimir Monomakh adalah salah satu kapal selam nuklir kelas Borei baru yang masing-masing mampu membawa 16 rudal Bulava dan direncanakan sebagai inti dari komponen angkatan laut kekuatan nuklir Rusia selama beberapa dekade mendatang, ABC News melaporkan. Namun, uji tembak hari Sabtu adalah tes pertama kapal selam dengan empat rudal.

Satu rudal Bulava mampu membawa 6 hingga 10 hulu ledak dengan muatan nuklir yang tiap hulu ledak setara dengan 100-150 kiloton.

Bulava adalah rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) terbaru milik Rusia. Bulava akan menjadi senjata andalan kapal selam kelas Borey. Rudal ini mampu membawa 10 kepala rudal nuklir independen (MIRV) berkecepatan hipersonik dan masing-masing berkekuatan 140 kiloton. Setiap MIRV dapat mencari sasaran sendiri-sendiri. Bulava dirancang untuk tahan terhadap ledakan bom nuklir pada jarak minimal 500 meter. Rudal balistik ini merupakan SLBM tercanggih milik Rusia. [Foto: defence.pk]
Vladimir Monomakh sepanjang 170 meter adalah salah satu dari empat kapal selam kelas Borei terbaru Rusia, yang dirancang untuk membawa 16 rudal Bulava, selain torpedo dan rudal jelajah Onyx dan Kalibr. Kapal selam kelima bernama Knyaz Oleg akan memulai uji coba dan mungkin bergabung dengan Angkatan Laut Rusia dalam satu atau dua tahun mendatang. Tiga lagi kapal selam kelas Borei saat ini sedang dibangun, RT melaporkan.

Kapal selam lain dari jenis yang sama melakukan peluncuran empat rudal Bulava pada 2018.

Militer Rusia meluncurkan latihan pasukan nuklir strategisnya yang menampilkan beberapa latihan peluncuran rudal yang dimulai pada Rabu.

Dikutip dari NBC, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan manuver itu termasuk uji peluncuran rudal balistik antarbenua dari kapal selam nuklir Karelia di Laut Barents.

Sebagai bagian dari latihan, rudal balistik antarbenua berbasis darat juga diluncurkan dari fasilitas Plesetsk di Rusia barat laut dan pesawat pengebom strategis Tu-160 dan Tu-95 menembakkan rudal jelajah ke target uji.

Latihan pasukan nuklir Rusia dilakukan hanya sebulan setelah kapal perang Amerika Serikat melakukan latihan pencegatan rudal ICBM di Hawaii, Al Jazeera melaporkan.

Tes yang dilakukan pada 16 November melibatkan kapal perusak yang dilengkapi Pertahanan Rudal Balistik Aegis yang tidak diungkapkan oleh US Missile Defense Agency (MDA).

ABC News juga melaporkan rangkaian peluncuran rudal Rusia dilakukan kurang dari dua bulan sebelum perjanjian kendali senjata New START AS-Rusia berakhir pada awal Februari. Moskow dan Washington telah membahas kemungkinan perpanjangannya, tetapi sejauh ini gagal.

New START ditandatangani pada tahun 2010 oleh Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Pakta ini membatasi kepemilikan senjata nuklir setiap negara tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir yang dikerahkan dan 700 rudal dan pembom yang dikerahkan, dan mengatur inspeksi di lapangan untuk memverifikasi kepatuhan.

Setelah Rusia dan AS menarik diri dari perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty 1987 tahun lalu, New START adalah satu-satunya kesepakatan kendali senjata nuklir yang tersisa antara kedua negara yang masih berlaku. []

Komentar

Loading...