Tiga Peringatan Terbaru WHO: Lonjakan Kasus Covid-19 hingga Nasionalisme Vaksin

Logo WHO. [Foto: Istimewa]

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta solidaritas global terkait vaksin virus corona di masa mendatang dengan jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat.

Dalam sebuah video saat membuka World Health Summit di Berlin, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, satu-satunya cara untuk pulih dari pandemi adalah dengan bekerja sama dan memastikan negara-negara yang lebih miskin memiliki akses yang adil terhadap vaksin.

"Wajar jika negara ingin melindungi warga negaranya terlebih dulu, tetapi jika dan ketika kita memiliki vaksin yang efektif, kita juga harus menggunakannya secara efektif," kata Tedros seperti dikutip dari AFP, Senin (26/10/2020).

"Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan melakukan vaksinasi pada beberapa orang di semua negara daripada semua orang di beberapa negara saja," lanjut dia.

Tedros menegaskan bahwa "nasionalisme vaksin" justru akan memperpanjang masa pandemi, bukan memperpendek. Sebelum peringatan soal nasionalisme vaksin ini disampaikan, WHO juga telah memperingatkan sejumlah hal terkait dengan kondisi pandemi virus corona di pekan ini, mulai dari pentingnya karantina, lonjakan kasus eksponensial, hingga titik kritis dan jalur bahaya.

Pentingnya karantina

Seperti diberitakan AFP, 20 Oktober 2020, WHO kembali mengingatkan pentingnya pemberlakuan karantina untuk melawan pandemi virus corona yang masih berlangsung hingga kini. Melihat lonjakan kasus yang terjadi di wilayah Erpa dan Amerika utara, WHO mengimbau perlunya karantina untuk orang-orang yang melakukan kontak dengan kasus positif.

Direktur Program Kedaruratan WHO Michael Ryan menghubungkan tingkat transmisi yang meningkat di belahan bumi bagian utara dengan kegagalan implementasi langkah vital ini.

"Saya tidak yakin bahwa itu (karantina) telah diberlakukan secara sistematis di mana pun," kata Ryan dalam sebuah konferensi pers virtual seperti dikutip dalam laporan AFP, 20 Oktober 2020.

Menurut dia, hal itu menyebabkan tingginya angka kasus baru kembali bermunculan.

Titik kritis dan jalur bahaya

Melansir CNA, Sabtu (24/10/2020), WHO mengatakan bahwa dunia tengah berada di titik kritis dalam pandemi Covid-19. Bahkan, beberapa negara disebut berada di jalur yang berbahaya.

"Kita berada pada titik kritis dalam pandemi Covid-19, terutama di belahan bumi utara," kata Tedros. "Beberapa bulan ke depan akan menjadi sangat sulit dan beberapa negara berada di jalur berbahaya," lanjut dia.

Oleh karena itu, WHO mendesak para pemimpin dunia untuk segera mengambil tindakan, terutama untuk mencegah kematian yang dapat terjadi, mencegah kolapsnya sistem layanan kesehatan, dan dampak-dampak lainnya.

Lonjakan kasus eksponensial

Pada Minggu (25/10/2020), WHO mengumumkan catatan kasus harian tertinggi pada kasus harian Covid-19 global, yaitu sebanyak 465.000. Mengutip ABC, Minggu (25/10/2020), angka tersebut pun menjadi peningkatan harian tertinggi sejak pandemi corona dimulai.

WHO telah memperingatkan peningkatan eksponensial pada kasus-kasus Covid-19 pada gelombang kedua pandemi. Tedros sendiri mengatakan, banyak negara yang memperlihatkan kenaikan eksponensial pada kasus-kasus Covid-19 dan menghadapi masalah kekurangan kapasitas rumah sakit serta unit perawatan intensif. Beberapa negara di Eropa bahkan melaporkan tingkat infeksi yang lebih tinggi daripada gelombang pertama pandemi pada Maret dan April. []

Komentar

Loading...