Update Corona di Dunia: 593.656 Kasus, 132.526 Sembuh dan 27.215 Meninggal

Sejumlah petugas medis tengah merawat seorang pasien yang terjangkit virus Corona secara intensif di rumah sakit San Raffaele di Milan, Italia, 27 Maret 2020. [Foto: Reuters]

Penyebaran virus corona terus meluas. Hingga Sabtu (28/3/2020) pagi, ratusan negara mengonfirmasi terjangkit virus corona atau Covid-19. Dilansir dari Worldometer, jumlah pasien yang sembuh tercatat sebanyak 132.526 orang.

Sementara itu, jumlah kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 593.656 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.215 orang.

Berikut daftar 10 negara dengan jumlah kasus terbesar Covid-19:

1. Amerika Serikat, 102.396 kasus, 1.607 orang meninggal, total sembuh 2.471
2. Italia, 86.498 kasus, 9.134 orang meninggal, total sembuh 10.950
3. China, 81.340 kasus, 3.292 orang meninggal, total sembuh 74.588
4. Spanyol, 65.719 kasus, 5.138 orang meninggal, total sembuh 9,357
5. Jerman, 50.871 kasus, 351 orang meninggal, total sembuh 6.658
6. Perancis, 32.964 kasus, 1.995 orang meninggal, total sembuh 5.700
7. Iran, 32.332 kasus, 2.378 orang meninggal, total sembuh 11.133
8. Inggris, 14.543 kasus, 759 orang meninggal, total sembuh 135
9. Swiss, 12.928 kasus 231 orang meninggal, total sembuh 1,530
10. Korea Selatan, 9.332 kasus, 139 orang meninggal, total sembuh 4,528

Perancis perpanjang waktu lockdown

Pemerintah Perancis mengumumkan akan memperpanjang kebijakan lockdown hingga 15 April mendatang. Hal itu menyusul laporan jumlah kasus kematian akibat virus corona di negara tersebut mengalami lonjakan.

Selain itu, saat ini rumah sakit di Perancis mengalami kewalahan akibat banyaknya pasien virus corona.

Perdana Menteri Inggris Tertular Virus Corona

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjalani tes virus corona atau COVID-19 setelah mengalami gejala ringan dan hasilnya positif.

Hal ini diungkap langsung oleh Johnson pada Jumat, 27 Maret 2020, melalui Twitter resminya.

“Dalam 24 jam terakhir, saya mengalami gejala ringan, lalu menjalani tes. Hasilnya positif virus corona. saya sekarang melakukan isolasi mandiri, namun saya tetap akan memimpin pemerintahan melalui video konferensi karena saat yang sama kita memerangi virus ini. Bersama-sama kita akan mengalahkan ini,” kata Johnson.

Dikutip dari edition.cnn.com, Johnson menceritakan dia mengalami demam dan mulai batuk-batuk, dimana hal ini adalah gejala inti virus corona. Atas saran Kepala Tim Medis Inggris, Chris Whitty, Johnson lalu melakukan tes virus corona, yang hasilnya ternyata positif COVID-19.

“Saya bekerja dari rumah, mengisiolasi diri saya sendiri dan ini adalah hal paling benar yang bisa saya lakukan. Saya bersyukur dengan kecanggihan teknologi, saya bisa berkomunikasi dengan seluruh tim untuk memimpin perang melawan virus corona,’ kata Johnson.

Juru bicara Pemerintah Inggris mengatakan tes virus corona Johnson dilakukan di Downing Street oleh staf dari Sistem Kesehatan Masyarakat Inggris. Sebelum Johnson terkena virus corona, Pangeran Charles, 71 tahun, dinyatakan positif virus corona. Perdana Menteri Johnson terakhir kali bertemu Ratu Elizabeth II pada 11 Maret 2020 di Istana Buckingham.

Korban Meninggal Akibat Corona di Italia Capai Rekor

Otoritas medis Italia mencatat sebanyak 919 orang tewas akibat terinfeksi virus Corona pada 27 Maret 2020.

Angka itu  menjadi rekor korban harian tertinggi di seluruh dunia.

Italia adalah negara barat pertama yang memberlakukan lockdown setelah wabah Corona masif menyebar sejak lima minggu yang lalu.

Jumlah total korban meninggal menjadi 9.134 orang sejak epidemi ini muncul pada 21 Februari.

"Kami belum mencapai puncaknya dan belum melewatinya," kata Kepala Lembaga Kesehatan Superior, Silvio Brusaferro, seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu, 28 Maret 2020.

Meski demikian, Silvio mengatakan ada tanda-tanda penurunan jumlah orang yang terinfeksi dalam kurun waktu 24 jam.

Sementara itu, Kepala Dewan Penasihat Urusan Kesehatan, Franco Locatelli, membuka kemungkinan adanya perpanjangan masa isolasi diri atau lockdown. Sebelumnya, lockdown diperkirakan hanya berlangsung sampai 3 April 2020 mendatang.

"Jika saya harus memutuskan menggunakan data hari ini, saya yakin langkah-langkah ini tidak dapat dihindari akan menjadi panjang," ucap Franco.

Sampai dengan 27 Maret, jumlah orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus Corona di Italia meningkat sebanyak 5.959 orang, sehingga totalnya mencapai 86.498 kasus, dengan jumlah korban meninggal sebesar 9.134 orang. Jumlah korban terinfeksi virus Corona secara global mencapai lebih dari 500 ribu orang di sekitar 200 negara.

WHO Tunjuk Malaysia Riset Obat Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjuk Malaysia sebagai salah satu negara untuk melakukan penelitian bersama terkait obat antivirus Covid-19 alias corona. Penyakit baru tersebut saat ini telah menginfeksi sekitar 199 negara di dunia.

"Malam ini kami akan berdiskusi dengan WHO dan agenda yang akan dibahas dalam pertemuan itu adalah penelitian bersama oleh WHO dan Kementerian Kesehatan Malaysia," kata Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Datuk Dr Noor Hisham Abdullah seperti diwartakan Malay Mail, Jumat (27/3).

Noor mengatakan, Malaysia dipilih karena kemampuannya untuk melakukan riset dan juga memiliki fasilitas penelitian yang memadai. Dia melanjutkan, saat ini Malaysia juga sudah memiliki lokasi untuk penelitian bersama tersebut, yakni di Clinical Research Malaysia.

Di saat yang bersamaan, dia juga memastikan kesiapan dan kualitas para peneliti yang ada di negaranya itu. Dia mengatakan, kementerian akan melakukan penelitian segera setelah obat tersebut diberikan kepada mereka oleh WHO.

"Obat itu telah diidentifikasi oleh WHO. Apakah obat ini efektif secara ilmiah atau tidak, kami harus melakukan penelitian terlebih dahulu," kata Noor lagi.

Dia mengatakan, pemerintah akan mengumpulkan pasien untuk kemudian diberikan obat itu untuk dikonsumsi. Mereka juga akan memonitor efek samping dan juga efektivitas dari obat tersebut.

Dia mengatakan, lokasi monitoring itu akan dilakukan di Rumah Sakit Sungai Buloh. Hal serupa juga akan dilakukan pada fasilitas kesehatan lain yang telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

Remdesivir adalah obat antivirus yang digunakan untuk penyakit Ebola dan infeksi virus Marburg. Obat tersebut kemudian juga digunakan untuk pengobatan virus pernapasan respirasi, virus Junin, virus demam Lassa, dan virus MERS dan SARS.

Komentar

Loading...