Sekilas Info

Update Virus Corona di Dunia: 271.629 Orang Terinfeksi, 87.403 Sembuh

Petugas medis Italia membawa peti mati pasien Covid-19 yang meninggal dunia. [Foto: Reuters]

Pandemi virus corona di dunia masih terus merebak. Menurut data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University per Sabtu (21/3/2020) pagi, jumlah total kasus virus corona Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 271.629 kasus. Dari kasus-kasus tersebut, terjadi 11.282 kematian dengan 87.403 pasien sembuh.

Jumlah sebaran kasus paling banyak secara akumulatif masih ada di daratan China, yaitu 81.250 kasus. Ada 3.253 kasus kematian yang dilaporkan. Sementara, jumlah pasien sembuh mencapai 71.266 kasus.

Kematian Virus Corona Italia Tertinggi di Dunia

Korban meninggal virus Corona (COVID-19) di Italia mencapai titik tertinggi pada Jumat kemarin, dengan 627 kematian baru dalam 24 jam terakhir. Jumlah ini merupakan lonjakan kematian tertinggi di dunia sejak wabah muncul pertama kali.

627 kematian baru Italia menjadikan total korban meninggal 4.032, menurut laporan Sky News, 21 Maret 2020.

Kementerian kesehatan negara itu memberlakukan langkah-langkah yang lebih ketat dalam upaya menahan wabah virus Corona terburuk di Eropa, termasuk menutup semua taman dan kebun umum mulai Sabtu.

Sementara, CNN melaporkan, Italia juga mengerahkan militer untuk membantu lockdown virus Corona.

Wilayah terdampak paling parah terjadi di utara Italia, khususnya wilayah Lombardy di mana infeksi pertama kali pecah bulan lalu, ketika rumah sakit berjuang untuk mengobati ribuan kasus.

Bangkok Tutup Semua Mal

Thailand pada Sabtu, 21 Maret 2020, mengumumkan akan menutup semua mal di Ibu Kota Bangkok, Thailand, menyusul naiknya kasus virus corona atau COVID-19 di Negeri Gajah Putih.

“Untuk mal-mal, hanya area yang menjual makanan dan bahan kebutuhan pokok yang boleh buka,” kata Gubernur Bangkok, Aswin Kwanmuang, seperti dikutip dari reuters.com.

Supermarket yang menjual bahan-bahan kebutuhan pokok masih diperbolehkan buka. Penutupan mal-mal dilakukan selama 22 hari yang dimulai sejak 22 Maret 2020 sampai 12 April 2020. Langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona.

Thailand pada Sabtu, 21 Maret 2020, mengumumkan ada 89 kasus baru virus corona. Dengan begitu, total ada 411 kasus virus corona di Negeri Gajah Putih itu, dimana pasien terbanyak ada di Ibu Kota Bangkok.

Uni Emirat Arab dan Israel Laporkan Kematian Pertama Virus Corona

Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel melaporkan kematian pertama virus Corona pada Jumat kemarin.

Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab pada Jumat mengumumkan dua kematian pertamanya akibat virus Corona, menurut kantor berita resmi UEA WAM, dikutip dari Reuters, 21 Maret 2020.

Kedua kematian pasien terkait komplikasi kesehatan sebelumnya, kata kementerian.

Kantor berita WAM juga melaporkan Uni Emirat Arab menangguhkan visa masuk warga negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) hingga persetujuan mekanisme pra-pemeriksaan, mulai Jumat tengah malam waktu UEA, kata WAM, mengutip kementerian luar negeri.

Sementara The Jerusalem Post melaporkan pria berusia 88 yang dikarantina di Shaare Tzedek seminggu lalu meninggal. Dia tiba di karantina dalam konfisi parah dan memiliki penyakit komplikasi sebelumnya.

Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan kematian pasien saat dirawat di Shaare Tzedek Medical Center di Jerusalem, pada Jumat malam.

Tentara Malaysia Dikerahkan Atasi Wabah Virus Corona

Malaysia akan mengerahkan tentara untuk membantu mengendalikan penyebaran virus Corona mulai hari Minggu, 22 Maret 2020.

Langkah ini diambil pemerintah setelah jumlah kasus infeksi virus Corona terus meningkat di Malaysia bahkan tertinggi di Asia Tenggara.

Menurut laporan Reuters, meski Malaysia telah menutup perbatasan, menutup sekolah dan bisnis yang tidak prioritas, dan mendesak masyarakat untuk tinggal di dalam rumah, membatalkan salat Jumat, namun kenyataannya masih saja masyarakat pergi ke luar rumah seperti ke restoran dan taman.

"Tentara akan mulai berkeliling pada Minggu. Kami percaya dengan bantuan tentara, kami akan lebih mampu untuk menegakkan aturan ini," kata Sabri Yaakob, Menteri Pertahanan Malaysia hari Jumat.

Langkah hukum seperti penangkapan akan diberlakukan jika terus dilanggar," kata Yaakob.

Jumlah kasus infeksi virus Corona di Malaysia sudah di angka 900 atau dengan dua per tiga di antaranya dari kasus tablig akbar yang berlangsung akhir Februari lalu di dekat Kuala Lumpur yang dihadiri sekitar 16 ribu peserta dari sedikitnya 28 negara. Otoritas Malaysia masih melacak keberadaan semua yang menghadiri acara itu.

Yordania dan Argentina Lockdown

Yordania pada Jumat, 20 Maret 2020, meminta masyarakat di penjuru negeri itu agar tidak keluar rumah demi mencegah penyebaran virus corona. Juru bicara Pemerintah Yordania, Amjad Al Adailah, mengatakan aturan ini akan berlaku mulai pukul 07.00 pagi waktu setempat hingga pemberitahuan selanjutnya.

Situs aa.com.tr mewartakan, terkait penerapan pembatasan gerak masyarakat di luar rumah ini, maka siapa pun yang melanggar aturan ini bisa dikenai hukuman penjara hingga satu tahun. Sebelumnya pada Kamis, 19 Maret 2020, Kementerian Kesehatan Yordania mengatakan kasus virus corona atau COVID-19 di negara itu naik menjadi 69 kasus.

Sementara itu Argentina pada Jumat, 20 Maret 2020, memberlakukan lockdown untuk seluruh wilayah di Negeri Tango tersebut sebagai upaya menghentikan penyebaran virus corona. Pengumuman negara berstatus lockdown disampaikan Presiden Argentina Alberto Fernandez pada Kamis malam melalui unggahan di Twitter, dimana lockdown diberlakukan sampai 31 Maret 2020.

Di Argentina, tiga orang meninggal karena virus corona. Data Universitas John Hopkins di Amerika Serikat memperlihatkan ada 128 kasus virus corona di negara itu.

Dua Pasien COVID-19 Singapura Meninggal, Salah Satunya WNI

Dua pasien virus Corona yang meninggal di Singapura akibat penyakit komplikasi, salah satunya seorang WNI positif COVID-19.

Dua pasien adalah seorang perempuan Singapura berusia 75 tahun dan pria Indonesia berusia 64 tahun, yang meninggal pada Sabtu pagi, kata Kementerian Kesehatan Singapura, dikutip dari Channel News Asia, 21 Maret 2020.

Pasien WNI, yang dikenal sebagai Kasus 212, adalah seorang pria Indonesia berusia 64 tahun dengan riwayat penyakit jantung. []

Komentar

Loading...