Warga Palestina-Polisi Israel Bentrok di Yerusalem, 120 Orang Luka

Warga palestina bentrok dengan polisi Israel. [Foto: Reuters]

YERUSALEM - Bentrokan terjadi antara warga Palestina dengan polisi Israel di wilayah Yerusalem Timur, saat ketegangan meningkat atas larangan berkumpul dan beredarnya video penyerangan anak muda setempat. Lebih dari 100 warga Palestina dan 20 polisi Israel mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut.

Dilansir AFP, Jumat (23/4/2021), bentrokan pecah pada Kamis malam (22/4), tepatnya di luar salah satu pintu masuk ke Old City di mana kelompok Yahudi sayap kanan-jauh menggelar aksi dengan sejumlah partisipan melecehkan warga Palestina dan meneriakkan slogan 'matilah orang Arab'.

Keributan dilaporkan terjadi pada malam hari di area tersebut, sejak awal Ramadhan pada 13 April lalu. Warga Palestina mengeluhkan bahwa polisi memblokir akses ke promenade di sekitar tembok Old City, yang menjadi area populer berkumpulnya warga Palestina setelah waktu berbuka puasa.

Polisi Israel berjaga-jaga dalam bentrotrak dengan warga Palestina. [Foto: Reuters]
Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan pihaknya merawat sedikitnya 105 orang yang membutuhkan pertolongan medis. Sekitar 20 orang di antaranya dirawat di rumah sakit setempat.

Secara terpisah, Kepolisian Israel menyebut 20 polisi mengalami luka-luka dalam bentrokan itu, dengan tiga polisi di antaranya dibawa ke rumah sakit.

Polisi Israel menahan warga Palestina dalam bentrokan di Yerusalem. [Foto: Reuters]
Kepolisian Israel menyebut warga Palestina yang terlibat bentrok sebagai 'perusuh'.

"Ratusan perusuh mulai mengganggu ketertiban dengan kekerasan, termasuk dengan melemparkan batu dan benda-benda lain ke arah pasukan," sebut Kepolisian Israel dalam pernyataannya.

Sejumlah warga Palestina membawa rekannya yang terluka dalam bentrokan dengan warga Israel. [Foto: Reuters]
Ketegangan meningkat di Yerusalem setelah serangkaian video di-posting ke internet beberapa hari terakhir, yang menunjukkan sekelompok pemuda Arab menyerang warga Yahudi ultra-Ortodoks dan sejumlah ekstremis Yahudi mem-bully warga Arab di jalanan. []

Komentar

Loading...