WHO Sebut 50 Ribu Kasus Baru Harian Covid-19 Terjadi di Amerika

Petugas medis Covid-19 di Amerika Serikat mengenakan alat pelingdung buatan sendiri. [Foto: Reuters]

BRASILIA – Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, Carissa Etienne, mengatakan lebih dari setengah kasus baru harian Covid-19 di benua Amerika, yang mencapai sekitar 100 kasus, terjadi di Amerika Serikat.

Pada saat yang sama terjadi lonjakan kasus baru Covid-19 di Argentina dan Kolombia.

“Wilayah kita tetap berada dalam cengkeraman Covid-19,” kata Etienne dalam briefing virtual dari Washington DC bersama sejumlah direktur WHO untuk wilayah benua Amerika seperti dilansir Reuters pada Selasa (11/8/2020).

Hingga kemarin, AS telah melaporkan jumlah kasus Covid-19 lebih dari lima juta kasus dan lebih dari 164 ribu korban meninggal.

Sedangkan Brasil, yang menempati urutan kedua jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia, mencatat total lebih dari tiga juta kasus dengan korban jiwa lebih dari seratus ribu orang.

Menurut Etienne, ada peningkatan kasus baru Corona di Amerika Tengah dengan Belize melaporkan jumlah kasus baru tertinggi di negara itu pada pekan ini. “Ini membuat tekanan terhadap layanan kesehatan publik menjadi semakin besar,” kata Etienne.

Ilmuwan AS Ragukan Klaim Vaksin Corona Rusia

Penasihat Gugus Tugas Penanganan virus corona AS Dr. Anthony Fauci meragukan klaim Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyetujui penggunaan vaksin virus corona.
"Saya berharap Rusia benar-benar membuktikan secara definitif bahwa vaksin itu aman dan efektif. Saya sangat meragukan bahwa mereka melakukan itu," kata Fauci dalam sebuah wawancara dengan ABC News.

Ia mengatakan bahwa memiliki vaksin dan membuktikan bahwa vaksin aman dan efektif untuk digunakan oleh pasien merupakan dua hal yang berbeda.

"Kami memiliki setengah lusin atau lebih vaksin. Jadi jika kita ingin mengambil kesempatan untuk menyakiti banyak orang atau memberi mereka sesuatu yang tidak berhasil, kita bisa mulai melakukan ini, Anda tahu kita bisa melakukannya pekan depan jika mau. Tapi bukan seperti itu cara kerjanya," jelas Fauci yang merupakan direktur infeksi dan penyakit menular AS.

Putin pada Selasa (11/8) mengatakan telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan Rusia, dan bahkan telah diuji oleh salah satu putrinya. Ia mengatakan putrinya ikut ambil bagian dalam pengembangan dan telah menerima dua suntikan vaksin.

Menurut Putin, putrinya memiliki suhu 38 derajat Celcius di hari pertama vaksin disuntikkan, kemudian turun menjadi sekitar 37 derajat esok harinya. Setelah suntikan kedua, dia kembali mengalami sedikit peningkatan suhu, tapi kemudian semuanya kembali normal.

"Dia merasa sehat dan tingkat antibodinya tinggi," kata Putin.

Dilansir dari CNN, BPOM AS sebelumnya mengatakan hanya akan menyetujui penggunaan vaksin corona jika memenuhi syarat kemanjuran mencapai 50 persen.

Dalam sebuah pernyataan, WHO mengatakan sedang melakukan diskusi dengan para ilmuwan dan otoritas Rusia untuk meninjau rincian vaksin yang disuntikkan ke pasien. Sejauh ini WHO mengatakan sejauh ini ada 28 vaksin yang diujicoba pada manusia.

Fauci, yang kerap berseberangan dengan Presiden AS Donald Trump dalam hal kebijakan penanganan Covid-19, dalam sebuah kesempatan mengaku pihaknya akan memiliki vaksin sendiri pada 2021.

"Saya sangat optimistis kita akan memiliki vaksin pada akhir tahun ini dan saat kita memasuki 2021. Saya tidak berpikir ini mimpi. Saya percaya itu adalah kenyataan, dan akan terbukti nyata," ucapnya.

"Saya tidak percaya bahwa akan ada vaksin, sejauh ini di depan kita, dimana kita harus bergantung pada negara lain untuk mendapatkannya," imbuh Fauci. []

Komentar

Loading...