110 Megawatt Listrik di Aceh Masih Disuplai dari Sumut

PLTU Nagan Raya. [Foto: Istimewa]

CALANG - Suplai arus listrik di ternyata selama ini masih disuplai dari pembangkit listrik yang ada di Medan, Sumatera Utara, untuk kebutuhan sarana penerangan dan aktivitas masyarakat di daerah Serambi Mekkah ini.

"Ada sekitar 110 megawatt listrik yang masih disuplai dari Sumatera Utara, ini untuk menutupi kekurangan daya listrik saat beban puncak di Aceh," kata Harmanto, Manajer Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pembangkit Nagan Raya, Selasa (9//2019).

Saat ini, kata dia, total kebutuhan listrik di Aceh mencapai 430 megawatt dengan daya listrik yang tersedia/mampu dipenuhi yakni sebesar 330 megawatt (MW), yang bersumber dari PLTU Nagan Raya, serta sejumlah pembangkit listrik yang ada di sejumlah wilayah di Aceh.

Hal inilah, kata Harmanto, apabila terjadi gangguan suplai arus listrik dari Sumatera Utara ke Aceh, menjadi penyebab utama padamnya listrik seperti yang kerap terjadi di sejumlah kabupaten/kota di wilayah pantai timur utara Aceh.

Namun, apabila nantinya Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun dengan kapasitas 254 megawatt, maka dipastikan suplai arus listrik di Aceh akan terpenuhi.

"Itu nanti kalau PLTMG Arunnya sudah beroperasi," kata Harmanto.

Saat ini, kata dia, suplai salah satu sumber listrik yang ada di Aceh berasal dari PLTU Pembangkit Nagan Raya dengan kapasitas mencapai 220 megawatt, dengan mengandalkan bahan bakar jenis batu bara yang berasal dari Aceh Barat dan Kalimantan.

"Insya Allah kalau semua PLTU, PLTA dan PLTMG yang ada di Aceh nanti beroperasi, maka Aceh akan memiliki surplus listrik yang sangat besar," tuturnya. []

Komentar

Loading...