Aceh Siap Terima Investasi dari Arab Saudi

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, berfoto bersama dengan Duta Besar Arab Saudi Esam Abid Althagafi di Kedutaan Besar Arab Saudi, di Jakarta, Kamis (16/7/2020). [Foto: Humas BPPA]

JAKARTA - Pemerintah Aceh siap menerima apabila investor asal Arab Saudi ingin melakukan investasinya ke Aceh.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah kepada Duta Besar Arab Saudi Esam Abid Althagafi, dalam pertemuannya di Kedutaan Besar Arab Saudi, di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Nova mengatakan dirinya menyambut baik atas permintaan Duta Besar Arab Saudi, jika pengusaha-pengusaha mereka ingin melihat langsung potensi investasi di Aceh.

"Kami Pemerintah Aceh akan memberikan kemudahan apa saja yang diinginkan nanti," katanya.

Nova mengatakan, masyarakat Aceh itu lebih suka investor yang berasal dari negara islam, seperi Arab Saudi dan negara Timur Tengah. Pun demikian, tidak menutup diri pula terhadap negara lain.

Sementara Duta Besar Arab Saudi Esam Abid Althagafi mengatakan, menyangkut dengan hal itu merupakan salah satu tupoksinya, yakni menjalin hubungan dengan melihat peluang-peluang investasi.

"Kami akan datang segera ke Aceh, setelah Covid-19 dan keadaan lebih baik, untuk melihat langsung potensi insvestasi yang ada di Aceh," ujarnya.

Namun, Dubes Arab Saudi tersebut meminta Plt Gubernur Aceh nantinya dapat mengadakan rapat khusus di Aceh antara dirinya bersama jajarannya dan bertemu dengan jajaran Pemerintah Aceh, serta para pengusaha lokal di Aceh.

Esam Abid Althagafi mengaku ingin mendengar langsung apa saja potensi yang ada di Aceh.

"Nanti akan saya sampaikan ke para pengusaha Arab Saudi untuk berinvestasi di Aceh," ujarnya.

Beri Perhatian Khusus terkait Pembangunan Universitas King Saud di Aceh

Selain itu dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Arab Saudi Esam Abid Althagafi mengatakan Pemerintah Arab Saudi akan memberikan perhatian khusus kepada Aceh, salah satunya pembangunan Universitas King Saud di Banda Aceh.

Esam Abid Althagafi mengatakan, Pemerintah Arab Saudi akan terus membantu pembangunan Universitas King Saud yang saat ini sudah berjalan.

Menurutnya, itu merupakan salah satu bentuk perhatian khusus yang diberikan Arab Saudi kepada masyarakat Aceh, yakni membuka Universitas King Saud.

"Kami menaruh perhatian khusus untuk universitas itu. Nanti itu akan dikembangkan lagi secara lebih besar," katanya.

Apalagi tambahnya, dengan kedatangan Plt Gubernur Aceh secara langsung ke tempatnya (Kedutaan Besar). Sehingga bisa bekerja sama dengan baik dengan Pemerintah Aceh.

"Dan untuk proses administrasinya nanti akan dilakukan oleh Pemerintah Aceh," katanya.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyambut baik dengan apa yang ditawarkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Apalagi hal itu menyangkut dengan pendidikan.

"Apapun yang mulia lakukan, silakan hubungi saya. Dan saya akan mengawal langsung dengan kemudahan administrasi," katanya.

Apalagi, tambah Nova, ini merupakan sebuah lembaga pendidikan, yang sangat penting bagi putra/putri Aceh.

Adapun Universitas King Saud, merupakan sebuah perguruan tinggi negeri di Arab Saudi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Arab Saudi yang didirikan pada 1957 oleh Raja Saud bin Abdul Aziz dengan nama Universitas Riyadh.

Universitas yang terletak di Kota Riyadh itu merupakan perguruan pertama di Arab Saudi yang didedikasikan untuk perkuliahan non-agama.

Universitas itu juga didirikan untuk memenuhi kekurangan pekerja terampil di Arab Saudi. Sehingga namanya diubah menjadi Universitas King Saud pada 1982. []

Komentar

Loading...