Aceh Timur Kembali Terima Hibah 4 Ton Bawang Merah dari Bea Cukai

Serah terima hibah bawang merah oleh Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Langsa kepada Pemkab Aceh Timur, Selasa (9/6/2020). [Foto: Acehonline.co/Zulkifli]

IDI - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur kembali menerima hibah berupa Bawang Merah sebanyak 4 ton. Barang Milik Negara (BMN) yang diterima kali ini merupakan hasil penindakan perdagangan ilegal di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang beberapa waktu lalu, yang ditindak oleh pihak kantor Pengawasan dan Pelayanan dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kuala Langsa dan bekerja sama dengan TNI angkatan laut Kota Langsa.

Acara serah terima itu berlangsung di halaman kantor Setdakab Aceh Timur, Selasa, (9/6/2020) yang diterima Asisten Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Syahrizal Fauzi.

"Kami telah menerima hibah barang milik negara ini yang berupa bawang merah, dan nanti langsung akan kkami salurkan kebeberapa kecamatan yang telah mengajukan permohonan. Insya allah barang hibah ini besok akan disalurkan kepada yang berhak," ujarnya.

Mewakili Bupati Aceh Timur, Syahrizal mengapresiasi sekaligus mengucapkan terimakasih kepada pihak bea cukai yang telah menghibahkan bawang merah di tengah pandemi Covid-19.

"Seperti diketahui bersama, covid-19 sangat berdampak pada ekonomi masyarakat saat ini. Hibah bawang merah ini akan membantu masyarakat di situasi pandemi ini," ungkap Syahrizal seraya meminta hubungan kerjasama baik tesebut terus terlanjalin.

Aman Dikonsumsi

Kepala kantor Pengawasan dan Pelayanan dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kuala Langsa, Tri Hartana, mengatakan bawang merah hasil penindakan itu aman untuk dikonsumsi.

"Komoditas Bawang merah yang kami hibahkan ini aman dikonsumsi sesuai hasil uji lab dinyatakan bebas OPTK," kata Tri.

Selaku pemberi hibah, pihkanya berharap bantuan bawang merah itu bisa membantu dan dimanfaatkan oleh masyarakat di tengah wabah covid 19 ini. Sebelum dihibahkan, kata dia, barang tersebut telah dilakukan serangkaian upaya kesepakatan dan persetujuan peruntukan Barang milik negara.

"Barang milik negara bisa dihibah dengan syarat untuk kepentingan sosial kemanusiaan, tidak mengganggu kesehatan, keamanan, keselamatan, Lingkungan dan Moral bangsa," ungkapnya. []

Komentar

Loading...