Bandara Sultan Iskandar Muda Merugi Rp 42 Miliar

Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - PT Angkasa Pura Bandara Internasional Iskandar Muda Aceh menyatakan perusahaan milik negara tersebut hingga saat ini masih merugi sebesar Rp42 miliar.

"Saat ini kita memang masih merugi, namun kami berupaya membangun kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk dengan Pemerintah Provinsi dan Pemkab Aceh Besar guna meningkatkan kunjungan," kata Executive General Manager PT Angkasa Pura Bandara Internasional Iskandar Muda, Yos Suwagiyono di Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (14/3/2019).

Di sela-sela penyerahan ruang kelas belajar MTsN Montasik dan Gedung Serba Guna di Kecamatan Blang Bintang dan Kuta Baro dan diberikan secara simbolis kepada Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, Yos mengatakan salah satu pendapatan bandara adalah pelayanan termasuk di dalamnya penerbangan dan orang datang ke sebuah kawasan bukan karena Bandara.

"Jika penerbangan sepi maka pendapatan yang akan diperoleh akan terus berkurang, karenanya perlu adanya kerja sama dan dukungan dari semua pihak dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh," katanya.

Karena itu, dirinya terus membangun komunikasi dengan semua pemangku kepentingan dan bertekad memasarkan Aceh melalui bandara yang ada di bawah Angkasa Pura II khususnya sehingga akan banyak orang berkunjung ke Aceh.

"Aceh memiliki pesona alam yang luar biasa dan tidak kalah menarik dari destinasi wisata yang ada di provinsi lainnya dan ini harus di promosikan secara berkelanjutan oleh semua pihak baik dalam mau pun luar negeri," katanya.

Ia juga mengajak pihak maskapai dan juga Pemerintah Provinsi dan kabupaten untuk meningkatkan berbgai kegiatan wisata yang dapat menghadirkan banyak tamu yang datang ke Aceh.

"Saya yakin dengan banyaknya kegiatan yang digelar di setiap daerah dan termasuk di daerah Bandara akan menjadi daya tarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang dan berlibur ke Tanah Rencong," katanya.

SUMBER: Antara Aceh

Komentar

Loading...