BPMA: “Triangle Pase” Segera Lakukan Pengeboran Migas di Aceh Timur

Ilustrasi pengeboran Migas. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyatakan, segi tiga atau Triangle Pase akan segera melakukan pengeboran (drilling) minyak dan gas bumi di lokasi B-P1 Gampong (desa) Sejido, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

“Triangle Pase akan segera melakukan pengeboran (drilling) di lokasi B-P1 Gampong Sijudo, Pante Bidari, Aceh Timur untuk menambah produksi gas di Aceh," kata Deputi Perencanaan dan Operasi Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Teuku Faisal, di Banda Aceh, Selasa (23/4/2019).

Kegiatan ini akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Corporate Sosial Responsibility (CSR), ujar Teuku Faisal.

BPMA katanya terus mendorong Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) untuk segera melakukan pencarian sumber-sumber minyak dan gas baru di wilayah kerjanya.

Camat Pante Bidari, M Nasir menyampaikan, Triangle Pase memperhatikan kearifan lokal, serta mengutamakan dan menggunakan tenaga kerja setempat, terutama pada sektor kerja yang tidak memerlukan keahlian dan pendidikan khusus.

“Selama ini komunikasi antara Triangle Pase dan unsur Muspika sangat baik, kami sangat mendukung keberadaan Triangle Pase, apalagi ada beberapa pekerja berasal dari warga kami. Hubungan baik ini perlu dipertahankan agar masyarakat mendukung operasi perusahaan,” kata camat Pante Bidari.

Seorang Ulama Kharismatik Aceh, Teungku Lueng Angen Langkahan didampingu unsur Muspida dan Muspida plus yang hadir pada saat prosesi tepung tawar atau Peusijuk pada, Jumat (20/4) menyatakan, sumber daya alam (SDA) harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Manajemen Triangle Pase untuk bisa memanfaatkan Sumber Daya Alam Aceh bukan hanya untuk keuntungan perusahaan semata, tetapi memperhatikan kelestarian alam, kesejahteraan masyarakat sekitar tambang dan untuk memakmurkan kegiatan keagamaan," harap Ulama Kharismatik Aceh itu.

Peresmian Triangle Pase tersebut berakhir dengan pemberian santunan oleh manajemen kepada anak yatim dari berbagai desa sekitar area lokasi pengeboran.

BPMA merupakan Badan Pemerintah di bawah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan bertanggung jawab kepada Gubernur dan Menteri ESDM yang mempunyai tugas melakukan pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap kontrak kerja sama kegiatan usaha hulu agar pengelolaan sumber daya alam minyak dan gas bumi yang berada di darat dan laut di wilayah kewenangan Aceh dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

BPMA dibentuk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh untuk melaksanakan ketentuan Pasal 160 ayat (5) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. []

Komentar

Loading...