Dampak Darurat Covid -19, Pedagang Ikan di Aceh Timur Merugi

Pedagang Ikan saat melayani pembeli di Pasar Idi, Aceh Timur. Jumat (27/3/2020). [Foto: Acehonline.co/Zulkifli]

IDI - Sejak ditetapkan status tanggap darurat Covid-19, pedagang ikan di Pasar Idi Rayeuk, Aceh Timur mengalami kerugian yang besar, Jumat (27/3/2020). Pasalnya, harga ikan merosot tajam dari waktu ke waktu.

Pengakuan sejumlah pedagang ikan di Aceh Timur kepada acehonline.co, selain harga yang murah, jumlah konsumen juga menurun, baik itu konsumen lokal maupun konsumen dari luar daerah.

"Hampir lebih dari setengah konsumen hilang sejak ditetapkan status waspada Corona oleh Pemerintah, “ kata Muis, salah seorang pedagang di Pasar Ikan di Idi, Aceh Timur.

Sebelumnya, kata Muis, ikan yang terjual paling sedikit 30 kilogram per hari. Namun sejak wabah Covid-19 melanda Indonesia, ikan yang terjual hanya 10 kilogram per hari.

"Jika terus seperti ini, sangat banyak pedagang ikan yang harus gulung tikar (bangkrut). Ini baru berlagsung beberapa minggu, bagaimana jika ancaman wabah ini masih berlanjut?” ungkap Muis.

Dia juga menjelaskan, permintaan Ikan di luar daerah, seperti Sumatera Utara dan sekitanya juga menurun drastis.

"Untuk harga ikan selama ancaman Corona ini juga sangat murah, itu akibat kurangnya minat konsumen," Pungkasnya.

Pantauan acehonline.co, selama merebaknya Covid - 19, harga ikan di Aceh Timur merosot tajam, seperti Ikan Kembung biasanya dijual dengan harga Rp 30-35 ribu/kg, kini turun menjadi Rp 15 -17 ribu /Kg. Begitu juga dengan Ikan merah, biasanya Rp 40 - 45 ribu/Kg, kini merosot hingga keangka Rp 20-25 ribu/Kg. Sedangkan harga ikan tuna kecil yang biasanya dijual Rp 15 - 20/Kg, sekarang Rp 5- 7 Ribu /Kg. []

Komentar

Loading...