Daya Serap APBA Rendah, Yahdi Hasan: Ekonomi Rakyat Aceh Hari Ini Sepi

Anggota Komisi II DPRA, Yahdi Hasan. [Foto: ACEHONLINE.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Yahdi Hasan, menyesalkan rendahnya daya serap atau realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019, yang baru mencapai 34 persen dari total APBA 2019 sebesar Rp 17,1 triliun.

"Padahal DPRA sudah mengesahkannya APBA 2019 tepat waktu pada akhir 2018 lalu dengan tujuan agar terealisasi tepat waktu. Ternyata saya juga tidak tahu mengapa dengan berbagai alasaan Pemerintah Aceh tidak bisa merealisasikannya dengan baik," kata Yahdi Hasan usai pembukaan sidang paripurna pengesahan APBA Perubahan 2019, Selasa (17/9/2019), di Gedung DPR Aceh.

Politisi Partai Aceh ini menilai, kehidupan masyarakat Aceh saat ini sangat bergantung pada APBA. Dengan lambatnya realisasi anggaran, hal itu akan mengganggu jalannya roda perekonomian masyarakat Aceh.

"Hampir 90 persen rakyat Aceh itu bergantung ekonominya pada APBA. Ekonomi rakyat hari ini sepi dengan tidak adanya APBA. Maka dari itu, Pemerintah Aceh harus fokus pada percepatan realisasi APBA 2019," ungkapnya.

Yahdi Hasan menambahkan, jika realisasi APBA 2019 di bawah 70 persen maka Pemerintah Aceh nantinya juga mendapatkan sanksi dari kementerian dalam negeri.

"Untuk itu, dengan berjalannya masa persidangan (paripurna) APBA perubahan 2019 ini, kita harapkan realisasi anggaran dapat dimaksimalkan, agar perekonomian masyarakat berjalan dengan baik," imbuhnya.

Sebelumnya, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan realisasi APBA 2019, Nova Iriansyah, realisasi Belanja Aceh 2019 terhitung hingga 10 September 2019 baru terealisasi sekitar Rp 5,8 triliun atau hanya 34 persen dari total seluruh APBA 2019 sebesar 17,1 triliun.

Hal itu dikatakan Nova Iriansyah saat menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan (RAPBA-P) Tahun Anggaran 2019 di Sidang Paripurna DPRA yang digelar di Gedung Utama DPR Aceh, Selasa (17/9/2019).

Sementara itu di situs P2K-APBA Pemerintah Aceh, tercatat hingga 16 September 2019 realiasi keuangan APBA 2019 baru mencapai 39.3 persen, sedangkan realisasi fisik baru mencapai 45 persen.

Terkait rendahnya realisasi APBA, Nova menjelaskan salah satu penyebabnya karena Pemerintah Aceh tidak bisa mengeksekusi anggaran hibah dan bansos.

"Upaya untuk menggenjot realisasi anggarannya adalah dengan mengeksekusi hibah dan bansos ini. Insya Allah dua bulan ke depan bisa diupayakan akselerasi dan percepetan, karena hibah dan bansos kalau sudah ketok APBA-P akan bisa langsung direalisasi. Umumnya kalau pekerjaan fisik kan bisa dilaksanakan di bawah dua bulan," ungkapnya. []

Komentar

Loading...