Hutama Karya Kebut Pengerjaan dan Pembebasan Lahan Tol Aceh

Wilayah Aceh dilihat dari satelit. [Foto: Istimewa]

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) hingga kini terus mengerjakan pembungunan dan pembebasan lahan ruas Tol Banda Aceh-Sigli, Provinsi Aceh. Tol ini merupakan jaringan atau bagian dari Tol Trans Sumatera yang digaungkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan, ruas tol dengan panjang 73 km itu sebagian besar sudah digarap. Adapun lahan yang telah dibebaskan mencapai 40 km.

"Sekarang yang sudah mulai Banda Aceh sampai Sigli, 40 km sudah bebas tanahnya. Sekarang sudah dikerjakan kontraktornya," kata Bintang ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Bintang menyampaikan, seluruh lahan yang sudah ditetapkan lokasinya akan dibebaskan pada September. Sehingga ruas tol perdana di Aceh tersbut bisa dikebut pengerjaannya.
"Tanahnya semua akan selesai September ini, pokoknya yang sudah ada 40 km sudah dikebut," ungkapnya.

Ruas Tol Banda Aceh-Sigli sepanjang 73 kilometer terbagi dalam enam seksi. Masing-masing Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum 25,2 km, Seksi 2 Seulimeum-Jantho 6,1 km, Seksi 3 Jantho-Indrapuri 16 km, Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang 14,7 km, Seksi 5 Blang Bintang-Kuto Baro 7,7 km, dan Seksi 6 Kuto Baro-Simpang Baitussalam 5 km.

Pangkas waktu tempuh

Keberadaan jalan tol diharapkan akan memangkas jarak dan waktu tempuh dari Banda Aceh ke Sigli dari yang awalnya sekitar 2-3 jam menjadi 1 jam perjalanan. Diketahui, jarak antara kedua wilayah mencapai 111 kilometer.

Bila pengendara melalui jalur arteri waktu tempuh yang dibutuhkan bisa mencapai tiga jam. Namun, saat tol ini telah tersambung sepenuhnya pada 2021, maka waktu tempuhnya diperkirakan berkurang drastis. Pasalnya, panjang tol ini hanya 74 kilometer.

"Kalau kecepatannya 80 kilometer per jam, itu enggak sampai satu jam," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna di lokasi peresmian, Jumat (14/12/2018).

Pembangunan Tol Trans Sumatera oleh Hutama Karya dilakukan melalui surat penugasan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ruas tol yang ditugaskan kepada BUMN tersebut antara lain Medan-Banda Aceh dan Tebing Tinggi-Prapat. []

Komentar

Loading...