Kadin Ajak Pengusaha Luar Negeri Berinvestasi di Aceh

Ketua Kadin Aceh Muzakir Manaf. [Foto: Antara Aceh]

BANDA ACEH - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh mengajak pengusaha luar negeri berinvestasi di Aceh karena banyak peluang usaha bisa dikembangkan di wilayah ujung barat Pulau Sumatra tersebut.

"Banyak peluang investasi yang bisa dikembangkan di Provinsi Aceh. Karena itu, kami mengundang pengusaha menjajakinya dan berinvestasi di daerah ini," kata Ketua Kadin Aceh Muzakir Manaf di Banda Aceh, Sabtu (27/4/2019).

Ajakan tersebut dikemukakan Muzakir Manaf pada acara Aceh International Business Summit and Expo 2019. Forum internasional tersebut turut dihadiri Duta Besar Polandia Beata Stoczynska, Kepala Konselor Ekonomi Kedutaan Besar Amerika Serikat Andre Shaw, serta kalangan pengusaha dalam dan luar negeri.

Mantan Wakil Gubernur Aceh itu menyebutkan, peluang investasi tersebut di antara sektor pertanian dan perkebunan, pariwisata, maupun sektor industri yang sangat menjanjikan.

"Begitu juga dengan sektor pertambangan, seperti timah yang belum digarap. Pengusaha-pengusaha luar negeri yang tertarik bisa langsung menjajaki serta berkoordinasi dengan kedutaan negara masing-masing di Jakarta," kata Muzakir Manaf.

Menurut Muzakir, tawaran investasi tersebut merupakan kontribusi Kadin Aceh dalam meningkatkan perekonomian daerah. Dengan tumbuhnya investasi di Aceh, maka membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Bumi Serambi Mekkah.

"Selain investasi, kami juga mendorong tumbuhnya iklim usaha kecil dan menengah. Namun, semua itu harus ada dukungan dari pemerintah daerah di Aceh dan perbankan," kata Muzakir Manaf.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Helvizar Ibrahim mengatakan, Pemerintah Aceh sudah menyiapkan semua infrastruktur pendukung investasi.

"Kami juga akan memberikan insentif kepada investor yang berinvestasi di Aceh. Kebijakan ini dilakukan agar dunia usaha tertarik menanamkan modalnya di Aceh," kata Helvizar

Pemerintah Aceh juga sudah menyediakan infrastruktur seperti kawasan industri di Ladong, Aceh Besar. Juga ada kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas di Pulau Weh, Sabang. Serta kawasan ekonomi khusus atau KEK di Lhokseumawe.

"Banyak peluang investasi yang bisa dikembangkan di Aceh. Apalagi posisi Aceh strategis untuk perdagangan internasional. Karena itu, Aceh bertekad menjadi pusat perdagangan dunia," kata Helvizar. []

Komentar

Loading...