Pasar Baru Sepi, Pedagang Pereulak Pilih Jualan di Pinggir Jalan

Aktivitas para pedagang yang sedang menjajakan dagangannya dipinggir jalan kota Pereulak, Aceh Timur. [Foto: AcehOnline/Zulkifli]

IDI - Pasar tradisional yang baru dibangun di Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur terlihat sepi. Tidak ada aktivitas jual beli pada Selasa (3/11/2020).

Puluhan kios sudah siap digunakan, namun masih terlihat gembok besar yang terpasang di pintunya. Salah seorang pedagang rempah-rempah yang memilih berjualan dipasar tersebut sempat tertidur, karena lelah menunggu pembeli yang tidak kunjung datang.

Pasar tradisional tersebut diperuntukan khusus untuk pedagang Ikan dan pedagang rempah-rempah atau sayur-mayur. Namun, para pedagang lebih memilih berjualan di pinggir jalan Kota Pereulak, daripada di temat yang telah disediakan Pemerintah, meski mengganggu pengguna jalan.

Muhammad Ibrahim, Ketua Koordinator pedagang Ikan Pereulak mengaku, mereka tidak menempati pasar tersebut karena dagangan mereka tidak ada yang beli dan merugi, sehingga para pedagang memilih untuk berjualan di pinggir jalan.

"Kami sudah pernah menempati dan berjualan di sana, tetapi tidak laku, sehingga kami jualan lagi disini,” katanya.

“Dagangan kami tidak laku, karena masih ada yang jualan ikan dan sayur di pasar lama ini, sehingga pembeli lebih mudah membeli di sini." ujar Ibrahim.

Suasana Pasar Trasidional baru pereulak, Aceh Timur. [Foto: AcehOnline/Zulkifli]
Lebih lanjut, dia mengatakan, sebelumnnya seluruh pedagang ikan dan pedagang rempah-rempah berjanji untuk pindah ke pasar baru.

“Tetapi kenapa sekarang Pemerintah tidak ada respon untuk memindahkan, itukan lemah Pemerintah,” ungkapnua.

Ibrahim mengaku, jika seluruh pedagang ikan dan pedagang sayur menempati kios yang disediakan Pemerintah di pasar baru tersebut, maka dia dan rekan pedagang lain ikut pindah lagi ke pasar baru.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Timur, Iskandar, mengatakan pada awal 2020 para pedagang tersebut telah pindah kepasar baru.

“Apa yang diminta oleh pedagang untuk kelancaran berjualan sudah dipenuhi oleh Pemerintah. Terkait komitmen, kami bersama pihak kecamatan juga telah mengimbau para pedagang di pasar lama, agar tidak menjual lagi bahan-bahan basah atau barang dagangan yang sama dengan yang dijual dipasar baru." jelas Iskandar.

"Namun, masih ada juga pedagang yang tidak mendengar himbauan. Ini terkait proses ajalah, pelan-pelan kita coba menuruti apa yang dibutuhkan para pedagang dan kami akan berupaya melakukan yang terbaik." pungkas Iskandar. []

Komentar

Loading...