Plt Gubernur Aceh Minta Insentif Tenaga Medis Segera Dicairkan

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menggelar video conference dengan Forkopimda Aceh dan Forkopimda Kabupaten/Kota se- Aceh dalam rangka sinergitas penanganan covid-19 di Aceh dari Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jum'at (18/9/2020). [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengharapkan seluruh insentif tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya segera dicairkan. Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sudah ditransfer ke kabupaten/kota.

“Harapan kami awal Oktober 2020, para pahlawan kesehatan di seluruh Aceh telah menerima insentif yang tentu sangat dibutuhkan,” kata Nova Iriansyah dalam arahannya melalui video conference dengan bupati/wali kota dan Forkopimda se-Aceh, Jumat (18/9/2020).
Nova menyampaikan hal tersebut karena BOK dari pemerintah pusat dan dana bantuan keuangan khusus dari pemerintah Aceh telah ditransfer ke seluruh kabupaten/kota di seluruh Aceh.

Pemerintah Pusat pada Gelombang I telah mentransfer dana BOK melalui APBN ke Kabupaten Aceh Barat sebesar Rp297 juta untuk 195 tenaga kesehatan. Pada Gelombang ke II Pemerintah telah mentransfer dana untuk Tenaga Kesehatan Provinsi Aceh sebesar Rp100 juta untuk 28 orang tenaga kesehatan.

Untuk Gelombang III yang sudah ditransfer sebesar Rp1,41 miliar kepada Pemerintah Aceh dan 48 miliar lebih kepada 23 Kabupaten/Kota. Sementara Pemerintah Aceh berdasarkan Pergub Nomor 40 Tahun 2020 telah mentransfer dana bantuan keuangan khusus kepada 23 kabupaten dan kota di seluruh Aceh.

“Untuk itu diharapkan kepada saudara bupati/wali kota mengambil langkah strategis percepatan agar proses pencairannya segera dituntaskan,” kata Nova.

Nova menyebutkan, terkait besaran insentif tenaga kesehatan ini berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.07/2020, yang juga mengatur besaran jumlah insentif untuk tenaga kesehatan. [

Pandemi Covid-19 Aceh Harus Diatasi Bersama

Selain itu dalam video conference itu, Nova mengatakan fenomena Covid-19 Aceh perlu disikapi dan diatasi bersama dengan langkah cepat dan tepat untuk mengatasi meluasnya penyebaran covid-19 di Aceh. Apalagi, kata Nova, penyebaran virus ini terjadi di hampir seluruh kabupaten kota di seluruh Aceh.

“Diperlukan langkah-langkah yang cepat dan tepat untuk mencegah meluasnya penularan serta memastikan masyarakat yang terjangkit covid-19 dapat terlayani dengan baik,” ujar Nova.

Nova menyebutkan, pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya dan telah meminta dukungan langsung kepada presiden dan menteri dalam negeri serta mengkaji penanganan kasus covid di daerah lain. Pemerintah Aceh kemudian memutuskan untuk menyediakan Lab PCR Kontainer sebanyak dua unit yang ditempatkan di RSUDZA dan Labkesda Aceh. Saat ini lab tersebut dalam proses uji coba, dan diperkirakan dapat memeriksa paling sedikit 1.500 sampel per hari.

“Apabila hasilnya ke depan sangat efektif, cepat, dan limbahnya aman bagi lingkungan, maka akan di kembangkan ke berbagai daerah,” kata Nova.

Jika pengadaan Lab PCR Kontainer ditambah, tentunya dibutuhkan kajian epidemiologis dan dukungan pemerintah kabupaten dan kota untuk menyediakan tempat, sumber daya manusia yang akan dilatih dan loyal serta butuh keseriusan dalam pemeliharaannya secara berkelanjutan.

Nova menambahkan, seluruh pihak mulai pemerintah provinsi hingga gampong harus menerapkan prinsip pemerintahan yang kolaboratif. Di mana semua jenjang pemerintahan harus saling bekerjasama, bahu membahu sesuai tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing.

Selain itu penanganan covid-19 juga harus melibatkan semua pihak di luar pemerintahan, mulai dari private sektor (swasta), masyarakat, hingga individu untuk menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing. []

Komentar

Loading...