Plt Gubernur Ajak Pengusaha Aceh di Kepri Bangun Daerahnya

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat menghadiri acara pelantikan pengurus Perkumpulan Masyarakat Aceh (Permasa) Kepri Periode 2019-2023, di Golden Prawn Batam, Kepri, Sabtu ]malam, 14 Maret 2020. [Foto: HUMAS BPPA)

BATAM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengajak pengusaha Aceh di Kepulauan Riau (Kepri) bersama-sama memikirkan untuk membangun daerahnya lebih baik kedepan dan aktif dalam memandirikan perekonomian masyarakat Aceh secara umum.

Hal itu disampaikan Plt Gubernur Aceh, dalam acara pelantikan Pengurus Persatuan Masyarakat Aceh (PERMASA) Provinsi Kepulauan Riau Dan Kota Batam, di Golden Prawn Batam, Kepri, Sabtu malam (14/3/2020).

"Kita ketahui bahwa Masyarakat Aceh sejak lama dikenal sebagai perantau dan memiliki mobilitas tinggi, sabar, tekun dan ulet. Baik itu sebagai pengusaha, pedagang, birokrat, politisi, akademisi dan profesi lainnya. Banyak Tokoh-tokoh masyarakat di tingkat lokal, nasional, dan internasional yang berasal dari Aceh," katanya.

Menurutnya, ini semua membuktikan kiprah orang Aceh yang tersebar di seluruh nusantara. Karena di mana pun berada selalu menjalin hubungan persaudaraan.

"Saudara di perantauan, terkadang lebih dekat dibandingkan saudara kandung. Inilah yang selalu ditanamkan oleh leluhur kita, untuk saling menjaga, melindungi, selama berada di wilayah lain," ujarnya.

Nova menilai, kekuatan persaudaraan inilah yang membuat Aceh kuat. Banyak pengalaman yang telah terjadi sebelumnya, seperti pada saat Tsunami Aceh 15 tahun silam.

Komunitas masyarakat Aceh di luar juga katanya, berperan sebagai penghubung sekaligus sumber informasi tentang peristiwa l yang terjadi di Aceh, serta menggalang bantuan dan solidaritas.

"Alhasil, Aceh yang porak-poranda, Alhamdulillah berhasil bangkit kembali dalam lima tahun setelah bencana besar Tsunami terjadi," sebutnya.

Ia menambahkan, pembangunan juga terus berkembang setelahnya, hingga seperti saat sekarang ini. Poin penting di sini adalah, kebersamaan dan solidaritas warga Aceh dimana pun berada, adalah salah satu penentu suksesnya pembangunan.

"Saat ini komunitas warga Aceh di perantauan sudah terbentuk di sejumlah provinsi. Selain PERMASA Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau, juga ada Perkumpulan Masyarakat Aceh yang dinamakan “KAMABA” di Bandung," sebutnya.

Begitu juga katanya, di wilayah Jakarta dan sekitarnya, ada namanya “Taman Iskandar Muda”. Lalu, di Medan sudah ada “Aceh Seupakat”, serta berbagai komunitas masyarakat Aceh di daerah lainnya di nusantara.

Ia menyebutkan, banyak sekali manfaat keberadaan komunitas masyarakat Aceh di perantauan. Salah satunya sebagai wadah memperkuat persaudaraan, sekaligus menyatukan kekuatan guna mendukung pembangunan di Aceh, maupun berkontribusi membangun wilayah di tempat tinggal sekarang.

"Saya juga mengharapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kota Batam, untuk dapat membina, memperhatikan dan membimbing warga Aceh di sini, mengajak mereka terlibat dalam membangun Kepulauan Riau dan Batam," katanya.

Menurutnya tidak sulit, karena sosial budaya Aceh tidak jauh berbeda dengan di sini. "Kita masih serumpun, dan sejatinya kekuatan Bangsa Indonesia adalah pada beragamnya suku, bahasa dan agama. Kekuatan Bangsa Indonesia adalah kebersamaan, solidaritas, persatuan dan kesatuan," ujarnya.

Ia juga menggambarkan, Pemerintah Aceh saat ini sedang giat-giatnya melaksanakan berbagai program pembangunan, guna meraih kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya, serta guna mencapai tujuan ini.

Pemerintah Aceh saat ini, tambahnya, telah merancang 15 Program Unggulan pembangunan Aceh, tercantum dalam visi-misi program pembangunan “Aceh Hebat”.

Mewujudkan “Aceh Hebat” yang dicita-citakan sebutnya, mustahil terlaksana tanpa dukungan, partisipasi, dan kontribusi dari masyarakat itu sendiri. Tidak hanya oleh masyarakat Aceh yang ada di Aceh, tapi juga kontribusi masyarakat Aceh yang ada di luar, seperti di Provinsi Kepulauan Riau dan Batam yang tergabung dalam PERMASA ini.

"Karenanya, saya mengajak pengusaha-pengusaha Aceh maupun warga Aceh yang ada di Kepulauan Riau, dapat terus bersama memikirkan upaya membangun Aceh lebih baik ke depan, ikut partisipasi aktif dalam memandirikan perekonomian masyarakat Aceh secara umum," ujarnya.

Plt Gubernur Aceh, juga berharap warga Aceh di Kepulauan Riau terus menjaga silaturahmi dan persatuan, menjaga nama baik Aceh di perantauan. Dan dimana pun menetap, harus dapat memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar.

"Inilah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan berharga ini. Semoga bermanfaat. Selamat kepada pengurus ‘PERMASA Kepulauan Riau dan Batam’ yang dilantik pada hari ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberi rahmat dan perlindungan-Nya kepada kita bersama," tutupnya. []

Komentar

Loading...