Soal Harga Tiket Pesawat, Menhub: Jangan Dikatakan Mahal

Ilustrasi maskapai penerbangan Indonesia. [Foto: Istimewa]

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Mehub) Budi Karya Sumadi berkomentar mengenai mahalnya tiket pesawat saat arus mudik lebaran 1440 H. Menurutnya, Kementerian Perhubungan sudah diamanhi untuk mengatur tarif atas dan tarif bawas mengenai harga tiket pesawat.

“Kita, saya klarifikasi dulu komentar tentang itu, kemenhub itu dimanahi untuk mengatur tarif batas atas dan tarif bawah,” kata Budi saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (30/5/2019).

Budi menjelaskan, untuk tarif batas atas mengatur persaingan agar masyarakat tak mendapatkan harga tiket pesawat yang mahal. Sementara untuk tarif batas bawah guna mengatur persaingan korporasi penerbangan.

“Jadi apa yang terjadi adalah sebuah mekanisme pasar,” tuturnya.

Karena itu dia memintar agar masyarakat tak menyebut harga pesawat saat ini mahal. Lantaran harga tersebut bagian dari mekanisme pasar.

“Tiket pesawat itu jangan dikatakan mahal,” kata Budi Karya.

Sebelumnya diberitakan, harga tiket kelas ekonomi ke Pekanbaru sudah habis dan tinggal ada maskapai transit sekitar 5-7 jam. Harganya pun luar biasa, berkisar Rp6,5 juta sekali perjalanan Jakarta-Pekanbaru.

“Kami cek harga tersebut dengan penerbangan Jakarta-Jepang yang hanya sekitar Rp4,3 juta,” kata Hojin, salah satu calon pemudik.

Hojin tidak habis pikir harga tiket di Tanah Air yang terus naik dan lebih mahal dari penerbangan ke luar negeri. Padahal saat ini ada jutaan orang yang akan mudik ke kampung halaman bertemu sanak keluarga.

“Kan tiket pesawat sudah dinaikkan sejak Februari, loh ini menjelang Lebaran dinaikkan lagi. Ini memberatkan konsumen,” keluhnya. []

Komentar

Loading...