Warga Aceh Utara Dihebohkan Isu BST Online dari Kemensos RI

Warga Gampong Cotdah, Tanah Luas, Aceh Utara, mengecek NIK KTP mereka terkait isu mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Online. [Foto: AcehOnline/Hamdani]

LHOKSUKON - Warga Aceh Utara dihebohkan dengan isu pengiriman dana Bantuan Sosial Tunai (BST) secara online dari Kementerian Sosial RI. Bahkan, bantuan itu dikirim melalui BRI dan Mandiri dengan syarat hanya dengan mengecek Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Isu itu berkembang di kalangan masyarakat dari muluk ke mulut, bahwa ada penyaluran dana bantuan sosial Covid-19 di sejumlah perbankan swasta. Hingga akhirnya, warga disibukkan dengan pemeriksaan NIK lewat Handphone android di laman http/cekbansos.siks.kemsos.go.id.

Warga Gampong Cotdah, Tanah Luas, Aceh Utara, M Zakaria, kepada acehonline.co, Sabtu (19/9/2020) mengaku mendapat informasi tersebut dari warga desa lain.

“Katanya ada yang sudah mengambilnya di bank,” ujar Zakaria.

Menurut Zakaria, dia dan warga lain mendengar adanya penyaluran BST secara online dari Kemensos RI, dengan cukup membawa KTP ke bank untuk pemeriksaan nomor NIK KTP. Jika nomor NIK muncul, maka yang bersangkutan berhak menerima bantuan itu.

"Maka, kami datang ke warung ini untuk mengeceknya di web, apakah ada nomor NIK kami keluar. Jika ada, kami mau datangi kantor pos dan bank untuk mengambilnya," ungkap Zakaria.

"Setelah kami periksa, data NIK kami sebagian ada yang tertulis berhak mendapatkan dan ada sebagian tertulis tidak mendapatkannya. Apakah ini benar atau tidak, kami mau mendatangi kantor pos dan bank," sebut Zakaria.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Utara, Zulkarnain, yang dikonfirmasi mengatakan hingga saat ini belum ada pemberitahuan dari Kemensos RI ke pihaknya terkait BST tersebut.

“Tidak ada pemberitahuan secara formal ke dinas kami terkait masalah tersebut," jelasnya singkat.

Bantuan Kemensos Bagi yang Bukan Penerima PKH

Dilansir Kompas.com Minggu, 6 September 2019, Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) senilai Rp500 ribu.

Bantuan tersebut diberikan bagi mereka yang bukan penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Bagi mereka yang masuk dalam kategori penerima bansos ini, bisa mengecek statusnya dengan mengakses laman cekbansos.siks.kemsos.go.id.

Juru Bicara Kemensos Adhy Karyono mengatakan, data yang harus disiapkan adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP. Dengan memasukkan NIK, akan diketahui apakah ia telah terdaftar sebagai penerima BST atau bukan.

"Hanya memasukkan nama atau NIK untuk melihat bahwa yang bersangkutan terdaftar sebagai penerima BST dan kalau itu berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maka akan kelihatan juga sudah dapat bansos apalagi selain BST," ujar Adhy, Sabtu (5/9/2020).

Saat melakukan pengecekan melalui cekbansos.siks.kemsos.go.id, akan muncul tampilan "Pencarian Data Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST)".

Gunakan salah satu alternatif yang tersedia antara lain, nomor identitas yang terdaftar di sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), nomor kepesertaan BPJS Kesehatan, atau Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Setelah memilih identitas yang akan digunakan, di kolom kedua nomor identitas DTKS/Basis Data Terpadu (BDT).

Adhy mengungkapkan, BDT saat ini berganti nama menjadi DTKS. Untuk mendapatkan identitas DTKS, orang tersebut harus benar-benar yang membutuhkan atau orang miskin.

"Kalau orang miskin nanti dilakukan verifikasi dan validasi datanya dan disahkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), kemudian diusulkan melalui aplikasi SIKNG Dinpusdatin Kesos," ujar Adhy.

Selanjutnya, pada kolom tiga ada nama anggota rumah tangga (ART). Pada kolom ini, pengguna diminta menuliskan nama siapa saja yang tinggal dan makan di rumah tangga ini baik orang dewasa, anak-anak, maupun bayi.

Tuliskan nama sesuai dengan identitas atau KTP. Kemudian, memasukkan kode captcha sesuai dengan karakter huruf yang muncul di layar di bawah kolom. Lalu, klik tombol "Cari".

Setelah itu, sistem aplikasi penerima BST akan memproses data yang dimasukkan dan mengeluarkan informasi apakah identitas yang dimasukan tersebut terdaftar sebagai penerima BLT Rp500 ribu atau tidak. []

Komentar

Loading...