Penderita Baru Covid-19 di Aceh Bertambah 18 Orang

Petugas RSUDZA Banda Aceh saat membawa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang dirujuk dari daerah ke ruang isolasi RICU untuk dilakukan pemeriksaan secara khusus oleh tim medis. Foto direkam pada Kamis (19/3/2020), saat sidak anggota DPRA ke RS Zainoel Abidin. [Acehonline.co/Reza Gunawan]

BANDA ACEH - Penderita baru Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 di Aceh bertambah 18 orang. Sementara itu, jumlah penderita yang dilaporkan sembuh bertambah 10 orang dalam waktu 24 jam terakhir.

“Kasus baru konfirmasi positif Covid-19 (positif) yang dilaporkan lebih banyak daripada jumlah penderita yang sembuh. Ini perlu mendapat perhatian kita semua," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), kepada awak media di Banda Aceh, Senin (21/12/2020).

Penderita baru Covid-19 sebanyak 18 orang di Aceh, SAG menjelaskan, meliputi warga Kabupaten Pidie sebanyak tujuh orang, Aceh Tengah dan Gayo Lues masing-masing tiga orang. Kemudian warga Aceh Utara sebanyak dua orang, Aceh Besar, Bener Meriah, dan warga Aceh Tenggara masing-masing satu orang.

Sementara itu 10 orang dilaporkan sembuh, SAG juga menjelaskan, meliputi warga Aceh Tamiang sebanyak lima orang, Aceh Singkil sebanyak tiga orang, Sabang dan Pidie Jaya masing-masing satu orang.

“Alhamdulillah, tidak ada laporan penambahan korban virus corona yang meninggal dunia di Aceh,” katanya.

Menurut SAG, setiap terdeteksi satu kasus baru, maka ada sejumlah orang kontak erat kasus baru itu yang mungkin sudah terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala sakit.

“Mereka merupakan pembawa virus corona (carrier) dalam masyarakat dan aktif menularkannya kepada orang lain,” ungkap SAG.

Satgas Covid-19 kabupaten/kota, kata SAG, harus lebih sigap melakukan penelusuran orang-orang kontak erat penderita baru Covid-19 tersebut melalui tracing agresif.

“Semakin cepat menemukan kontak erat yang terinfeksi akan semakin kecil risiko penyebaran virus corona di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Para kontak erat kasus konfirmasi positif Covid-19, lanjut SAG, diharapkan proaktif melaporkan dirinya sebagai kontak erat kepada petugas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur penanganan Covid-19.

Masyarakat, kata dia, juga diminta untuk melindungi dirinya dengan protokol kesehatan 3 M, menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir selama 20 detik.

“Jangan bosan mendengar anjuran protokol kesehatan 3M, karena itulah formula satu-satunya untuk terhindar dari serangan virus corona,” tambahnya.

Kasus Kumulatif Covid-19 Aceh

Selanjutnya, Juru Bicara Covid-19 Aceh itu melaporkan kasus kumulatif Covid-19, sejak kasus pertama diumumkan, 27 Maret 2020 silam.

“Jumlah akumulatif kasus Covid-19 Aceh sudah mencapai 8.591 orang. Penderita yang dirawat saat ini 825 orang, sudah sembuh sebanyak 7.424 orang, dan 342 orang meninggal dunia,” papar SAG.

Lebih lanjut, Jubir Pemerintah Aceh itu mengatakan, kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi saat ini sebanyak 621 orang.

“Dari jumlah kasus probable tersebut, 24 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 542 sudah selesai isolasi, dan 55 orang meninggal dunia,” ungkapnya.

Sedangkan jumlah kasus suspek di seluruh Aceh hari ini, kata SAG, telah mencapai 4.911 orang.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.699 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 188 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 24 orang isolasi di rumah sakit,” imbuhnya. []

Komentar

Loading...