Selain BPSDM, Hotel Jeumpa dan Hotel Oasis Juga Difungsikan Penginapan Paramedis Covid-19

Kabiro Humas Aceh, Muhammad Iswanto dan surat Plt Gubernur Aceh terkait penggunaan Hotel Oasis sebagai tempat penanganan Covid-19. [Kloase AcehOnline]

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh kian serius menangani Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Sejak akhbir Maret lalu, pemerintah telah menyiapkan penginapan khusus untuk dokter dan paramedis yang merawat Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan positif Corona.

Setelah menyiapkan tiga gedung di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk ditempati tenaga medis Covid- 19, diketahui ada dua bangunan lain yang juga telah disiapkan pemerintah. Kedua bangunan dimaksud yakni Hotel Jeumpa SMKN-1 untuk dokter spesialis dan Hotel Oasis Banda Aceh.

Untuk asrama BPSDM sendiri, telag diresmikan penggunaannya oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, di BPSDM Aceh, Kamis (2/4/2020). Tempat itu disediakan untuk tempat beristirahat dan menginap tenaga medis Covid-19 selama bertugas dalam penanganan pasien. Tujuannya persediaan tempat khusus itu agar bisa membuat tenaga medis merasa aman.

"Hari ini sebuah langkah kecil sudah kita laksanakan lagi, sesuai dengan komitmen, protokol dan norma-norma yang harus kita kerjakan dalam menangani virus corona," ujar Nova sata peresmian penggunaan asrama BPSDM tersebut.

Selain tenaga medis, kata Nova, tempat tersebut juga ditempati untuk pekerja cleaning service dan tenaga pengamanan yang bertugas di ruang penanganan pasien Covid-19. Tujuannya, agar mereka tidak langsung berbaur dengan keluarga setelah bekerja, guna mengantisipasi kekhawatiran penyebaran virus.

Selain asrama BPSDM, Hotel Oasis Banda Aceh juga akan digunakan sebagai tempat penginapan terfokus para dokter dan paramedis yang melaksanakan tugas dalam penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Informasi penggunaan Hotel bintang tiga yang beralamat di Jalan Tengku Imum Lueng Bata itu diketahui dari Surat Gubernur Aceh 440/5478, tanggal 27 Maret 2020.

Pada surat dimaksud diebutkan perihal penggunaan Hotel Oasis sebagai tempat penanganan Covid-19. Surat dimaksud ditandantangi oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Surat yang telah beredar di kalangan hotelier itu berbunyi, “Dalam rangka penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Aceh, membutuhkan fasilitas penginapan yang terfokus pada satu tempat kepada para dokter dan paramedis yang melaksanakan tugas dalam penanganan Covid-19.”

Berkenaan hal tersebut, Plt Gubernur meminta manajemen Hotel Oasis menyediakan fasilitas hotel Oasis sebagai tempat penginapan para dokter dan paramedis.

“Kami harap kerja sama saudara untuk siaga dan menyediakan fasilitas hotel Oasis sebagai tempat penginapan para dokter dan paramedis yang melaksanakan tugas dalam penanganan Covid-19.” Akhir surat dimaksud.

Surat itu pun ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Kapolda Aceh, Panglima Kodam Iskandar Muda, dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh.

Manajemen Hotel Oasis mengaku sudah menerima surat itu. Hingga saat ini, penggunaan hotel dimaksud masih didiskusikan.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan penyiapan Hotel Oasis Banda Aceh hanyalah sebagai cadangan. Ini merupakan persiapan untuk mengantisipasi meningkatknya kasus Covid-19. Karena perkembangan peningkatan Covid-19 ini belum diketahui, maka Pemerintah Aceh mempersiapkan langkah lebih jauh untuk menghadapi penyebaran virus ini.

“Hari ini sudah beberapa mess yang sudah kami sediakan. Ini sesuai dengan protokol penanganan medis Covid-19. Karena selama 14 hari berhubungan dengan pasien, secara protokol kesehatan paramedis dan dokter sudah tidak dibenarkan lagi bertemu pihak lain. Itu sebagai upaya preventif kita meskipoun  belum bisa kita sebut positif. ” ujar Iswanto kepada Aceh Online.

Beberapa mess dimaksud Iswanto yakni asrama BPSDM Aceh, Hotel Jeumpa SMKN 1 Banda Aceh untuk dokter spesialis, dan Hotel Oasis Banda Aceh. Dia berharap, kurva penyebaran Covid-19 di Aceh tidak sampai meninggi, sehingga wabah ini cepat berlalu.

“Jadi kalau kurvanya tetap landai, Hotel Oasis seperti yang sudah kami persiapkan tak jadi digunakan. Kita berharap juga tak terpakai karena penyebaran Conona cepat berakhir. Tapi, ini merupakan cadangan. Meski mereka belum masuk dan belum digunakan, itu sudah kami siapkan,” ujarnya.

Saat ini saja, di asrama BPSDM Aceh sudah disiapkan tiga gedung yang mampu menampung 160 orang tenaga medis. Termasuk di antaranya tenaga kebersihan dan sekuriti. "Untuk gedung asrama I ini ada enam kamar dengan 10 tempat tidur. Kemudian asrama II tersedia 26 kamar dengan 52 tempat tidur. Selanjutnya asrama III ada 54 kamar dengan 108 tempat tidur," rincinya.

Kepala BPSDM Aceh, Syaridin, mengatakan saat ini sudah ada 28 orang tenaga medis yang telah terdaftar untuk tinggal di tempat tersebut. 20 Di antaranya sudah mulai menginap.

"Di antara 28 orang itu ada satu orang dokter, 24 orang perawat, dan 3 orang cleaning service.  Kami akan memberi pelayanan maksimal kepada tim medis agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat pun bisa maksimal," ujar Syaridin seusai peresmian penggunaan gedung tersebut untuk petugas medis Corona.[]

Komentar

Loading...