Subulussalam Targetkan Tuan Rumah PORA XV

Ketua KONI Kota Subulussalam Ade Fadly Pranata Bintang saat melakukan rapat koordinasi dengan Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar. [Foto: Istimewa]

SUBULUSSALAM – Kota Subulussalam menargetkan untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV tahun 2026 mendatang. Meskipun even olahraga paling bergengsi di Aceh tersebut berbilang tahun, pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Subulussalam mengaku akan memulai persiapan dari sekarang.

Hal itu disampaikan Ketua KONI Kota Subulussalam Ade Fadly Pranata Bintang saat melakukan rapat koordinasi dengan Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak di Kota Subulussalam, Minggu (197/2020).

“Meskipun penetapannya masih lama, dari sekarang kami ingin sampaikan bahwa Kota Subulussalam berkeinginan dan siap untuk menjadi tuan rumah PORA XV setelah PORA XIV di Pidie tahun 2022,” kata Ade yang didampingi Sekretaris Umum M Syafrizal Bako dan sejumlah pengurus KONI Kota Subulussalam lainnya.

Ade yang juga merupakan Ketua DPRK Subulussalam menambakan, pemberitahuan lebih awal atas keinginan tersebut merupakan bentuk keseriusan untuk menjadi tuan rumah PORA. Dari segi ketersediaan sarana dan prasarana, Ade mengakui bahwa memang masih banyak yang harus dibenahi, dan proses itu akan dimulai dari sekarang.

“Kami tahu selama ini PORA selalu dilaksanakan di wilayah pantai timur Aceh, jadi keinginan kami menjadi tuan rumah juga bagian dari pemerataan dan hasrat untuk meningkatkan gairah serta prestasi olahraga di wilayah Pantai Barat Aceh khususnya di Subulussalam,” kata Ade.

Menanggapi permintaan Ade, Abu Razak menjelaskan, KONI Aceh sebagai induk cabang olahraga tidak dapat menunjuk atau menyatakan dukungan kepada kabupaten/kota mana saja yang ingin menjadi tuan rumah PORA.

“Kami tahu bahwa penentuan tuan rumah PORA ditentukan lewat bidding (pemilihan) oleh KONI Kabupaten/kota dan Pengprov Cabang Olahraga,” kata Abu Razak.

Sebagai Ketua Harian KONI Aceh, Abu Razak menyampaikan saran agar mengikuti menempuh langkah-langkah seperti yang dilakukan Aceh-Sumut saat merebut tuan rumah PON XXI Tahun 2024 pada bidding PON 2018 lalu.

Saat itu kata Abu Razak, KONI Aceh bersama Sumut giat membangun komunikasi dengan KONI Provinsi se-Indonesia untuk menggalang dukungan. Hal itu dilakukan jauh-jauh hari sebelum bidding PON.

“Kami datang langsung berkunjung ke KONI Provinsi se-Indonesia. Kemudian kami juga mengundang KONI Provinsi se-Indonesia berkumpul di Aceh dan mendeklarasikan dukungan. Alhamdulillah, saat bidding PON kita menang,” kata Abu Razak.

Selain menyampaikan keinginan untuk menjadi tuan rumah PORA, pertemuan tersebut juga mendiskusikan perkembagan prestasi Kota Subulussaam khususnya, dan Aceh pada umumnya. []

Komentar

Loading...